Jakarta

UI untuk Kemanusiaan: Rektor Heri Hermansyah Bukakan Jalan Pendidikan bagi Palestina

Ainun Kusumaningrum | 19 September 2025, 11:26 WIB
UI untuk Kemanusiaan: Rektor Heri Hermansyah Bukakan Jalan Pendidikan bagi Palestina

AKURAT JAKARTA  - Universitas Indonesia (UI) menegaskan komitmennya mendukung perjuangan kemanusiaan Palestina melalui jalur pendidikan.

Tahun ini, UI menerima tiga dokter asal Palestina untuk menempuh pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran.

‎Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, mengatakan program ini merupakan salah satu inisiatif universitas untuk memperluas akses pendidikan tinggi, tidak hanya bagi mahasiswa dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia, tetapi juga bagi mereka yang berasal dari wilayah konflik.

Baca Juga: Wow! Monas Bakal Jadi Lautan Alutsista, TNI Gelar Pameran Alat Perang Simak Kapan Waktunya

‎“UI ingin hadir untuk kemanusiaan. Dengan menerima mahasiswa Palestina di program spesialis, kami menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi jembatan solidaritas,” ujar Heri, Kamis (18/9).

‎“Seperti halnya kami berupaya membuka akses bagi mahasiswa dari 3T di tanah air, kami juga ingin memberi ruang bagi mereka yang datang dari daerah konflik, agar kelak dapat kembali dan mengabdi di negaranya," sambungnya. 

‎Heri menjelaskan, dua dokter Palestina telah memulai studi spesialis di bidang Bedah Thoraks dan Bedah Plastik di FKUI. Sementara seorang calon mahasiswa lainnya, yang seharusnya menempuh pendidikan Spesialis Paru, masih tertahan di Gaza karena situasi perang.

Baca Juga: Legislator Golkar Dukung LPDP Versi Jakarta, Harap Peserta Dapat Mengabdi kepada Pemerintah

‎“Kami menanti kehadirannya di UI. Kondisi di Gaza memang sangat sulit, tetapi kami berharap suatu hari ia bisa sampai ke Depok dan melanjutkan pendidikannya,” kata Heri.

‎Beasiswa bagi ketiga mahasiswa Palestina ini didukung sejumlah lembaga, antara lain Badan Toraks Kardiovaskuler Indonesia (BTKV), BAZNAS, serta Indonesian AID atau Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional.

‎Menurut Heri, program pendidikan ini adalah investasi jangka panjang yang akan memberi manfaat lebih luas.

‎“Ketika mereka kembali, keahlian yang diperoleh di UI bisa menjadi kontribusi besar bagi Palestina. Dan bagi kami di UI, inilah bukti nyata bahwa kampus hadir bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk kemanusiaan,” tutupnya.

‎Dekan FKUI, Prof. Ari Fahrial, menambahkan bahwa keberadaan mahasiswa Palestina tersebut merupakan wujud nyata solidaritas akademik.

‎“Kami turut prihatin dengan kondisi di Gaza. Pendidikan ini bukan hanya untuk mereka pribadi, tapi juga untuk masyarakat Palestina yang membutuhkan tenaga medis spesialis,” ujarnya singkat.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.