Jakarta

KAI Tinggikan Pagar Pembatas Stasiun Cikini, Gubernur Pramono Pertimbangkan Bangun JPO dan Perbanyak Pintu Masuk

Yasmina Nuha | 14 Agustus 2025, 20:50 WIB
KAI Tinggikan Pagar Pembatas Stasiun Cikini, Gubernur Pramono Pertimbangkan Bangun JPO dan Perbanyak Pintu Masuk

AKURAT JAKARTA - PT KAI mulai meninggikan pagar pembatas di Stasiun Cikini sejak Sabtu (9/8/2025), menyusul maraknya pengguna KRL yang melompati pagar meski tersedia akses resmi.

"Sebelumnya (tinggi pagar) satu meter, sesudah (ditinggikan) menjadi 1,7 meter," ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, Senin (11/8/2035).

Adapun pekerjaan peninggian pagar pedestrian dilakukan pada Sabtu (9/8) dan sudah terealisasi sementara sepanjang 35 gawang atau kurang lebih 70 meter.

Baca Juga: Pramono Bakal Revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan, Mulai dari Peningkatan Lahan Parkir hingga Perpanjangan Jam Operasional

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk mempermudah akses menuju stasiun tersebut.

Namun, untuk sementara waktu, pihaknya baru berencana akan menambah pintu keluar-masuk di stasiun tersebut.

"Jadi usulan untuk mempermudah termasuk memberikan JPO itu kami pertimbangkan. Tapi dalam waktu dekat pintunya yang diperbanyak," ujar Pramono di kawasan Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (14/8/2025).

Baca Juga: Banyak SKPD Tak Hadir di Rapat Raperda KTR, Ketua Pansus Farah Savira Bakal Surati Gubernur Pramono

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persoalan terkait peninggian pagar tersebut belum selesai lantaran banyak warga yang sulit mengakses transportasi umum di sana.

"Tetapi itu belum menyelesaikan persoalan karena bagi warga yang akan naik transportasi umum di sana, terutama untuk KAI-nya ya, itu jalannya kan kejauhan," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Jakarta, Francine Widjojo menilai ada alasan praktis di balik aksi penumpang yang memilih melompati pagar tersebut.

"Untuk menuju pintu masuk di bagian tengah, pejalan kaki sering kali harus menempuh jalan memutar yang cukup jauh," ujar Franchine di Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Menurut Francine, kebijakan jalan memutar yang dibuat KAI tidak sepenuhnya keliru karena dapat mencegah area depan pintu masuk menjadi lokasi drop off atau pangkalan ojek. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y