Jakarta

Legislator Golkar Minta Dinas Kominfotik Matangkan Konsep Pemantauan Lewat CCTV, Termasuk Lokasi Strategis

Ainun Kusumaningrum | 7 Juli 2025, 11:28 WIB
Legislator Golkar Minta Dinas Kominfotik Matangkan Konsep Pemantauan Lewat CCTV, Termasuk Lokasi Strategis

AKURAT JAKARTA  - Komisi A DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik DKI Jakarta mematangkan konsep pemantauan CCTV yang efektif untuk keamanan dan ketertiban di Jakarta.

Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar Alia Noorayu Laksono mengatakan, Dinas Kominfotik perlu menyusun perencanaan lokasi strategis.

Bahkan, pemasangan CCTV harus terintegrasi dengan sistem keamanan. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan dan responsif.

Baca Juga: Politikus Muda Golkar: KTR Harus Tegas, tapi Jangan Mematikan UMKM

Tentunya dengan kerangka kerja yang baik. Mencakup identifikasi area prioritas, penggunaan teknologi yang tepat, pelatihan personel, dan prosedur penanganan insiden.

“Jangan juga ditinggalkan hal yang substansi dari kegiatan ini. Yaitu konsep pemantauan, kerangka kerja. Sehingga CCTV yang memantau bisa memberikan manfaat secara langsung. Terutama dari segi keamanan dan ketertiban,” ujar Alia dalam keterangannya i, Jumat (4/7).

Ia menyambut baik rencana Dinas Kominfotik DKI Jakarta untuk merancang desain besar CCTV. Begitu pula dengan kajian kebutuhan CCTV di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Politikus Golkar Dimaz Raditya Dorong Budaya Hemat Air di Event Jakarta Water Hero 2025

Menurut dia, Dinas Kominfotik DKI Jakarta harus melibatkan seluruh unsur pemangku wilayah kelurahan. Bahkan sampai tingkat RT atau RW dalam kajian kebutuhan CCTV di Jakarta.

Penempatan CCTV harus diprioritaskan pada area rawan kejahatan, seperti pintu masuk, area parkir, lorong gelap, dan titik-titik strategis lainnya.

“Agar titik lokasi pemasangan dan kegunaan CCTV yang dibutuhkan bisa sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Alia.

Alia mengusulkan, Dinas Kominfotik menganalisa kebutuhan kamera CCTV. Terutama di daerah padat penduduk, rawan bencana, rawan tindak kriminal, rawan pencurian, dan area yang rawan pelanggaran peraturan. Untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban.

Dengan demikian, keberadaan CCTV membantu mencegah kejahatan, mengidentifikasi pelaku, serta memberikan bukti jika terjadi tindakan kriminal.

Selain itu, CCTV juga dapat membantu dalam penanggulangan bencana dan pemantauan kepatuhan terhadap peraturan. “Secara spesifik perlu dirembuk,” usul Alia.

Keberadaan CCTV diharapkan dapat menjadi langkah proaktif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.

“Memberikan manfaat yg baik bagi masyarakat Jakarta secara luas, khususnya mengurangi tindak kriminal dan memberikan informasi terkait kebencanaan,” tukas Alia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.