Jakarta

Ini Alasan Masih Sering Hujan Meski Sudah Masuk Musim Kemarau

Ainun Kusumaningrum | 21 Mei 2025, 15:03 WIB
Ini Alasan Masih Sering Hujan Meski Sudah Masuk Musim Kemarau

AKURAT JAKARTA - Musim kemarau tapi masih hujan disebabkan Indonesia mengalami fenomena musim kemarau basah di tahun 2025.

Padahal BMKG, wilayah Jakarta dan sekitarnya sudah memasuki musim kemarau.

“Kemarau basah adalah kondisi dimana curah hujan masih turun walaupun sudah masuk musim kemarau,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto.

Baca Juga: Indonesia Alami Fenomena Kemarau Basah, Berikut Penjelasan BMKG

Menurutnya, kemarau basah ini bisa disebabkan beberapa faktor. Seperti dinamika atmosfer, perubahan iklim, dan lain sebagainya.

Musim kemarau memasuki wilayah Indonesia secara bertahap..

Yaitu sejak bulan Mei ini dan akan mencapai puncaknya di bulan Agustus hingga awal September.

Baca Juga: Atasi Parkir Liar Marak di Tanah Abang, Dishub DKI Jakarta Tambah Kamera CCTV

“Namun masyarakat harus tetap mewaspadai terjadinya hujan meskipun sudah musim kemarau. Namun biasanya curah hujannya kurang dari 50 mm per dasarian,”ujarnya.

Kondisi ini, sebut Guswanto, harus diantisipasi oleh masyarakat. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan di saat kemarau masih berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, terutama di wilayah yang rawan bencana.

Dirinya juga meminta masyarakat mengantisipasi munculnya penyakit pada tanaman yang dapat mengganggu produksi pertanian.

“Waspadai kemarau basah ini memiliki dampak terhadap sektor pertanian, dan sebaiknya mengkaji ulang perhitungan kalender tanam bagi para petani,” katanya.

Meski demikian, Guswant berpesan agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

“Kami akan terus memonitor perkembangan musim, dan kami rilis analisis bulanannya,” ucapnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.