Jakarta

Meningkat Saat Ramadan hingga Lebaran, Dinsos DKI Jangkau 1.579 PPKS Selama Januari-Maret 2025, Berikut Rincian Per Wilayah

Yasmina Nuha | 11 April 2025, 18:45 WIB
Meningkat Saat Ramadan hingga Lebaran, Dinsos DKI Jangkau 1.579 PPKS Selama Januari-Maret 2025, Berikut Rincian Per Wilayah

AKURAT JAKARTA - Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta melalui Satuan Tugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (Satgas P3S) berhasil menjangkau 1.579 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) selama triwulan pertama 2025.

PPKS tersebut berhasil dijangkau dari ruang-ruang publik serta berdasarkan laporan dari masyarakat.

Penjangkauan ini mencakup lima wilayah kota administrasi serta dilakukan langsung oleh tim dari Dinsos DKI Jakarta, sebagai upaya merespons kondisi kerentanan sosial.

Baca Juga: Hadiri Halal Bihalal Tingkat Kecamatan Sindang Jaya, Wabup Intan Nurul Hikmah Ajak Warga Bahu Membahu Tangani Masalah Sampah

Kepala Dinsos DKI Jakarta, Premi Lasari, mengatakan bahwa penjangkauan ini merupakan bagian dari langkah awal dalam proses rehabilitasi sosial yang lebih komprehensif.

“Selama Januari hingga Maret 2025, angka penjangkauan kami cukup tinggi, menunjukkan dinamika sosial yang harus terus kami pantau. Petugas P3S kami setiap hari turun ke lapangan untuk menjangkau dan memberikan layanan awal bagi kelompok rentan," ujar Premi, Jumat (11/4/2025).

Ia menyampaikan, semua PPKS yang dijangkau telah melalui proses asesmen untuk kemudian dirujuk ke panti sosial maupun unit layanan lain sesuai kebutuhannya seperti Rumah Sakit, atau dikembalikan kepada keluarganya, jika yang bersangkutan masih memiliki keluarga.

Premi juga menyoroti upaya khusus yang dilakukan pihakya selama bulan Ramadhan 2025.

Ia menilai, adanya peningkatan jumlah PPKS pada bulan Maret terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas sosial di jalanan selama bulan Ramadan, khususnya menjelang momen Lebaran.

"Hal ini tentunya berpotensi meningkatkan jumlah PPKS di jalanan. Kami menugaskan Satgas P3S yang melakukan pemantauan secara intensif di lebih dari 300 titik rawan PPKS di seluruh wilayah Jakarta," tuturnya.

Baca Juga: Waduh! Tiga Wilayah di Jakarta Ini Jadi Sarang Bandar Narkoba, Mana Saja? Diungkap Kepala BNN

Premi menjelaskan, penanganan dilakukan secara persuasif, humanis, dan tanpa kekerasan, dengan pendekatan yang menghormati hak asasi dan martabat setiap individu.

Selain menggandeng unsur pemerintah daerah lainnya seperti Satpol PP dan kepolisian, Dinas Sosial juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan keberadaan PPKS melalui aplikasi JAKI atau kanal resmi lainnya.

Menurutnya, keterlibatan warga sangat krusial. Dengan dukungan masyarakat, Dinsos DKI Jakarta bisa menjangkau lebih banyak PPKS dan memberikan intervensi yang tepat waktu.

“Upaya penjangkauan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan ramah terhadap kelompok marjinal, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari pelayanan kesejahteraan sosial,” pungkasnya.

Adapun rincian PPKS terjangkau sebagai berikut:

- Satgas P3S Dinas Sosial DKI Jakarta: 138 orang
- Satgas P3S Sudin Sosial Jakarta Pusat: 231 orang
- Satgas P3S Sudin Sosial Jakarta Utara: 340 orang.
- Satgas P3S Sudin Sosial Jakarta Barat: 372 orang
- Satgas P3S Sudin Sosial Jakarta Selatan: 208 orang
- Satgas P3S Sudin Sosial Jakarta Timur: 290 orang.

Baca Juga: Pertama di Indonesia! Semua Desa di Kabupaten Tangerang Akan Pakai Aplikasi Real Time Monitoring Dana Desa, Kerjasama Pemkab dengan Kejaksaan Agung

Perlu diketahui, kelompok atau perseorangan yang termasuk dalam PPKS antara lain: tunawiswa, pemulung, gelandangan, pengamen, pengemis, anak telantar, lansia telantar, dan lainnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.