Cerita Haji: Saat Ulama Ahli Fiqih Gagal Pergi Haji Karena Mengutamakan Sedekah

AKURAT JAKARTA - Haji merupakan ibadah yang menuntut stamina tinggi, sehingga setiap calon haji harus betul-betul memperhatikan kondisi kesehatan mereka.
Pada tahun ini, Pemerintah Indonesia dijadwalkan berangkat secara bertahap jemaah haji ke Mekah, Arab Saudi, mulai 12 Mei 2024.
Kementerian Agama mengungkap Indonesia pada 2024 mendapat 241.000 kuota haji, yang terdiri dari 213.320 kuota haji reguler dan 27.680 kuota haji khusus.
Baca Juga: Deadline Malam Ini! Bappeda DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja untuk Tenaga Ahli Publikasi
Di kalangan umat muslim, ibadah haji mengandung nilai spiritualitas yang sangat tinggi.
Cerita-cerita di balik ibadah haji ini bisa menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mengetahui.
Seperti kisah perjalanan haji Ahli Fiqih dan Hadis kelahiran Marwa 118 H, Syeikh Abdullah bin Mubarak, yang diceritakan dalam kitab An-Nawadir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah Al Qulyubi.
Baca Juga: Bikin Konten Terkait Jakarta dan Singgung Penonaktifan NIK, Kode Ahok Maju Pilkada 2024?
Mengutip kitab An-Nawadir, Muhammad Zunus, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam, Bangkalan, Jawa Timur, mengisahkan Abdullah bin Mubarak saat sedang dalam perjalanan ke Tanah Suci, menyempatkan diri singgah ke Kota Kufah, Irak.
Di kota itu, Abdullah bin Mubarak melihat seorang perempuan sedang mencabuti bulu bangkai itik.
"Ini bangkai atau hasil sembelihan yang halal?" tanya Abdullah kepada perempuan tersebut.
Baca Juga: Kapan Hukum Wajib Ibadah Haji Bisa Menjadi Haram?
"Bangkai, dan aku akan memakannya bersama keluargaku," jawab perempuan itu kepada Abdullah bin Mubarak.
Abdullah bin Mubarak yang keheranan pun mengingatkan kepada perempuan itu bahwa memakan bangkai merupakan perbuatan haram.
Namun, si perempuan itu mengusir Abdullah bin Mubarak.
Baca Juga: Rekomendasi 5 Lokasi Pecel Lele di Jakarta Paling Ramai, Harganya Masih Rp 20 Ribuan, Lengkap dengan Vareasi Menu
Abdullah pun pergi, tapi selalu datang lagi dengan nasihat serupa, berkali-kali.
Hingga suatu hari, perempuan itu menjelaskan kondisi ekonominya yang miskin.
"Aku memiliki beberapa anak. Selama tiga hari ini aku tak mendapatkan makanan untuk menghidupi mereka," katanya.
Baca Juga: Perhatikan 6 Tips Menjaga Kebugaran bagi Jemaah Haji, Nomor 1 Sangat Penting bagi Yang Memiliki Riwayat Penyakit Penyerta
Mendengar jawaban itu, hati Abdullah bergetar.
Abdullah bin Mubarak pun segera pergi dari hadapan perempuan itu.
Namun, tidak berselang lama, Abdullah bin Mubarak datang lagi bersama seekor keledai lengkap dengan membawa makanan, pakaian, dan sejumlah bekal.
Baca Juga: Dirumorkan Maju Pilkada DKI Jakarta 2024, Anies Baswedan: Semua Panggilan Tugas Dipertimbangan dengan Serius
"Ambilah keledai ini berikut barang-barang bawaannya. Semua untukmu," jelas Abdullah bin Mubarak.
Singkat cerita, musim haji berlalu, namun Abdullah bin Mubarak masih berada di Kufah.
Abdullah bin Mubarak memutuskan bermukim sementara di Kufah sampai jamaah haji pulang ke negeri asal mereka dan ia akan ikut bersama rombongan.
Baca Juga: 5 Persiapan Yang Harus Kamu Bawa saat Menunaikan Haji di Tanah Suci, Nomor 3 Jangan Sampai Disepelekan!
Abdullah bin Mubarak dipastikan gagal menunaikan haji pada tahun itu.
Begitu tiba di kampung halaman, warga menyambut kepulangan Abdullah dengan sangat antusias.
Karena sebenarnya tidak menunaikan ibadah haji, Abdullah bin Mubarak menjadi malu.
Baca Juga: Konser Anggun C Sasmi Siap Hibur Para Penggemarnya Secara Intimate di Indonesia, Cek Tanggalnya di Sini
"Sungguh aku tidak menunaikan haji tahun ini," katanya meyakinkan warga.
Namun, rombongan haji Abdullah bin Mubarak bercerita lain.
"Subhanallah, bukankah kami menitipkan bekal kepadamu saat kami pergi kemudian mengambilnya lagi saat kau di Arafah?," kata salah satu anggota rombongan.
Baca Juga: WOW! Camping Ground Pinggir Danau Ini Ternyata Lokasinya di Tangerang, Sangat Cocok untuk Pemula, Segini Harga Sewanya
"Bukankah kau yang memberi minum kami di suatu tempat sana?," kata rombongan yang lain.
"Bukankah kau yang membelikan sejumlah barang untukku," kata anggota rombongan yang lain lagi.
Abdullah bin Mubarak menjadi bingung dengan cerita rombongan haji tersebut.
Baca Juga: Resep dan Cara Masak Gulai Ayam Khas Sumatera yang Gurih dan Lezat, Bisa Dicoba Bikin Sendiri di Rumah
"Aku tak paham dengan apa yang kalian katakan. Aku tak melaksanakan haji tahun ini," tegas Abdullah bin Mubarak.
Pada malam hari, Abdullah tidur. Dalam mimpi, ia mendengar suara.
"Hai Abdullah, Allah telah menerima amal sedekahmu dan mengutus malaikat menyerupai sosokmu, menggantikanmu menunaikan ibadah haji, dan tentu saja pahalanya dilimpahkan kepadamu," kata suara tersebut.
Baca Juga: Konser Orkestra Symphony of Friendship Digelar Akhir Pekan ini, Segera Beli Tiketnya! Segini Harganya
Syeikh Abdullah bin Mubarak meninggal di daerah Hait, pada Bulan Ramadan 181 H selepas berperang melawan Romawi.
Tulisan Muhammad Zunus terbit di laman resmi Kementerian Agama dengan judul Kisah Perjalanan Haji Ulama Ahli Hadis yang Digantikan Malaikat.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





