Napak Tilas Bandung Lautan Api Lewat Monumen di Lapangan Tegallega, Berdiri Menjulang di Area Seluas 16 Hektare

AKURAT JAKARTA - Dalam catatan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, meletus momen heroik di Jawa Barat pada 24 Maret 1946 yang dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api.
Peristiwa bumi hangus itu dianggap sebagai tindakan tepat terhadap tuntutan Sekutu dan Belanda kepada Tentara Republik Indonesia untuk mengosongkan Bandung Selatan paling lambat pada tengah malam, 24 Maret 1946.
Selain itu, Tentara Republik Indonesia juga diminta mundur sejauh 11 kilometer ke arah selatan.
Baca Juga: Fans BabyMonster Bersiaplah! Penjualan Tiket Fanmeet Dilakukan Secara Eksklusif Pada Kamis 2 Mei 2024, Simak Infonya di Sini
Pada siang hari, 24 Maret 1946, Tentara Republik Indonesia dan penduduk mulai mengosongkan Bandung Selatan dan mengungsi ke selatan.
Namun, proses pengosongan itu disertai dengan aksi bumi hangus dari para pejuang dari Ujung Berung hingga Cimahi.
Sementara di waktu yang sama, Tentara Rakyat Indonesia juga melakukan serangan ke wilayah utara Bandung yang sudah lebih dulu dikuasai Sekutu.
Baca Juga: Motif Pembunuhan Ibu Hamil di Kelapa Gading, Korban Ditinggal saat Pendarahan Hebat di Ruko hingga Meninggal
Pada hari itu, kobaran api sepanjang 12 kilometer dari timur ke barat Bandung membara bak lautan api membakar gedung-gedung penting milik Indonesia.
Aksi pembakaran Kota Bandung dilakukan agar tidak dapat dipakai pasukan Sekutu sebagai markas strategis militer mereka.
Di mana-mana asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik padam mewarnai serangan Tentara Inggris kepada para pejuang.
Baca Juga: UU DKJ: Kelurahan di Jakarta Mendapat Anggaran APBD 5 Persen
Untuk memperingati momen heroik ini, pada 1984 dibangun Monumen Bandung Lautan Api di Lapangan Tegallega, Kota Bandung, Jawa Barat.
Dikutip dari Bandung.go.id, Monumen Bandung Lautan Api merupakan hasil rancangan seniman Sunaryo Soetono, mantan dosen seni rupa ITB yang memenangkan sayembara untuk merancang monumen di pusat kota.
Sunaryo Soetono meranjang Monumen Bandung Lautan Api setinggi 45 meter yang dikelilingi 9 bidang.
Konstruksi Bandung Lautan Api berbentuk tiga buah bambu yang menjadi penyulut kobaran api dan berwarna kuning keemasan yang menjulang di area seluas 16 hektare.*
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026

