Jakarta

Jangan Lewatkan Pemandangan Eksotis 4 Candi Besar saat Melewati Magelang, Dijamin Arus Balik Lebaran Idulfitri Kamu Berakhir Membahagiakan

Fikri Hidayatulloh | 15 April 2024, 12:35 WIB
Jangan Lewatkan Pemandangan Eksotis 4 Candi Besar saat Melewati Magelang, Dijamin Arus Balik Lebaran Idulfitri Kamu Berakhir Membahagiakan

AKURAT JAKARTA - Kalau kamu sedang melintasi Kabupaten Magelang, JAwa Tengah, saat dalam perjalanan arus balik Lebaran Idulfitri 2024, jangan segan-segan mengambil istirahat sejenak.

Sebab, Magelang akan memanjakan kamu lewat beragam destinasi wisata yang sedap dipandang mata.

Destinasi wisata di Magelang terbilang lengkap. Kalau kamu penggemar wisata air, Magelang punya beragam air terjun yang bisa kamu nikmati sambil basah-basahan.

Baca Juga: Catat Kategori ASN yang Wajib WFO Mulai Besok, Selasa 16 April 2024

Kalau kamu penggemar wisata religi, Magelang punya tempat yang banyak dikunjungi peziarah, bahkan untuk yang beragama Katholik dan Buddha.

Nah, kalau kamu penggemar sejarah, Magelang punya beragam candi yang layak kamu pelajari.

Dikutip dari Majalah Panduan Wisata Magelang yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Magelang, candi-candi yang terkenal dari daerah ini adalah:

Baca Juga: Asal Usul Condet di Jakarta Timur: Diambil dari Nama Pangeran, Semasa Gubernur Ali Sadikin Pernah Berstatus Cagar Budaya Masyarakat Betawi

1. Candi Borobudur

Sejak abad ke-8, Candi Borobudur sudah berdiri gagah di Magelang, Jawa Tengah.

UNESCO menyebut Candi Borobudur sebagai monumen sekaligus kompleks stupa paling mengagumkan dan terbesar di dunia.

Baca Juga: Berikut Ini adalah Cara Mendaftar Sebagai Pembeli Elpiji 3 Kg

Candi Borobudur dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Dinasty Syailendra.

Candi Borobudur menawarkan pesona alam yang tiada duanya saat percikan sinar matahari pagi menimpa stupa-stupa dan patung Buddha.

Akses menikmati sunrise via Hotel Manohara sudah buka pukul 04.30 WIB.

Baca Juga: Jangan Pulang ke Jakarta Dulu! Manfaatkan Diskon Tarif Tol Tanggal 17-19 April 2024

Di area Taman Wisata Candi Borobudur terdapat Museum
Borobudur dan Kapal Samudra Raksa.

Borobudur juga menawarkan safari gajah serta naik ke bukit Dagi menjadi pilihan lain ketika berkunjung ke Candi Borobudur.

2. Candi Umbul

Baca Juga: Tenang Saja, Ganjil Genap di Jakarta Belum Diberlakukan pada Libur Terakhir Lebaran

Berupa pemandian air hangat, Candi Umbul terletak di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag.

Candi Umbul merupakan sebuah situs purbakala yang berbentuk
kolam.

Menurut penelitian, diperkirakan tahun pembuatan Candi Umbul bersamaan dengan tahun pembuatan Candi Borobudur.

Baca Juga: Asal-usul Pancoran di Jakarta Selatan: Ujian Tiga Putra Raja untuk Naik Tahta, sempat Ada Yang Mati tapi Dihidupkan Kembali

Konon pemandian ini digunakan para putri raja pada zaman
Dinasti Syailendra.

Masyarakat sekitar secara turun temurun mempercayai dengan berendam di kolam Candi Umbul berkhasiat awet muda dan dapat menyembuhkan penyakit kulit.

3. Candi Mendut dan Candi Pawon

Baca Juga: Tips: Cara CERDIK dan Sehat Kembali Beraktivitas Sesudah Libur Lebaran 2024 ala Praktisi Kesehatan Masyarakat, Simak di Sini

Candi Mendut dan Candi Pawon masih berada di kawasan Candi
Borobudur.

Candi Mendut didirikan semasa pemerintahan Raja Indra dari
Dinasti Syailendra.

Di dalam prasasti Karangtengah 824 masehi, disebutkan bahwa Raja Indra membangun bangunan suci bernama wenuwana yang berarti hutan bambu.

Baca Juga: Legenda Si Pitung dari Betawi, Pahlawan di Mata Rakyat Jelata dan Perampok di Mata Kompeni

Ahli arkeologi Belanda, J.G. de Casparis, menghubungkan kata ini dengan Candi Mendut.

Sementara, Candi Pawon merupakan tepat penyimpanan abu jenazah Raja Indra (782-812 M).

Pawon berasal dari kata “Pawuan” yang berarti awu (Abu).

Baca Juga: Bosan dengan Opor dan Rendang, Simak Resep Mie Ayam Bakso Rumahan yang Kerap Diburu di Momen Lebaran

Terdapat Arca Bodhisatwa sebagai penghormatan kepada Raja Indra yang dianggap telah mencapai Bodhisatwa.

4. Candi Selogriyo

Berada di bawah bukit Giyanti dan Condong, tepatnya di Dusun Campurejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari.

Baca Juga: Hari Ini dan Besok Ada Pertunjukkan Es Skating di Indonesia Arena Berjudul Peter Pan on Ice, Simak Jadwalnya dan Harga Tiketnya

Reruntuhan Candi Selogriyo ditemukan oleh Residen Hartman pada tahun 1955-1957.

Candi ini tergolong tua, diperkirakan dibangun pada abad ke-8 se-zaman dengan pendirian Candi Gedung Songo dan Candi di Dieng.

Dari sisi mitologi Candi Selogriyo merupakan gambaran dari Gunung Mahameru tempat bersemayamnya para dewa.

Akses menuju Candi Selogriyo begitu menyenangkan, hamparan pemandangan bukit dan persawahan nan eksotis serta aktivitas masyarakat di sawah menjadi pemandangan berharga.*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.