Edukasi Wastra, Anak SD di Jakarta Dikenalkan Budaya Indonesia

AKURAT JAKARTA - Anak SD atau sekolah dasar di Jakarta diajak peduli terhadap budaya Indonesia dengan cara memberikan edukasi tentang kain tradisional atau wastra.
Ketua Wastra Indonesia Bhimanto Suwastoyo mengatakan, pihaknya mengajarkan kepada anak-anak sekolah bagaimana cara membedakan hal dasar.
"Seperti batik tulis dengan batik cap,” kata Bhima saat acara seminar bertema Ragam Aplikasi Dalam Wastra, di Museum Tekstil, Jakarta, Kamis.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Pecel Lele dan Ayam Enak Pinggir Jalan di Jakarta
Menurutnya, Proses edukasi tentang kain tradisional mencakup berbagai aspek, seperti teknik pewarnaan kain, pembuatan jumputan yang rumit, serta seni membatik.
“Selama ini antusiasme anak-anak terhadap kain tradisional sangat tinggi,” kata Bhima dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan bahwa saat ini program edukasi tersebut hanya diterapkan di wilayah DKI Jakarta, namun ke depannya program ini akan diperluas ke luar Jakarta.
Baca Juga: Akhir Pekan Mau Kemana? Yuk, Kunjungi Jakarta Islamic Book Fair (IBF) 2023 di Istora Senayan
Menurut Bhima, dengan memberikan edukasi kepada anak-anak tentang proses membuat kain tradisional merupakan hal yang efektif untuk membangun ekosistem budaya wastra sejak kecil.
Ia menjelaskan bahwa penanaman budaya wastra sejak usia dini merupakan sebuah investasi yang sangat penting untuk membentuk dan melestarikan warisan budaya Indonesia bagi generasi mendatang.
Hal ini, kata Bhima, tidak hanya akan menjaga tradisi, tetapi juga menginspirasi kreativitas dan apresiasi terhadap seni kain tradisional.
Baca Juga: Mengenal Anxiety Disorder, Kenali Gejala Ini Sebelum Semakin Parah!
Wastra Indonesia terus mempromosikan kain tradisional sebagai warisan budaya Indonesia kepada berbagai kalangan salah satunya dengan memanfaatkan momentum pameran Puspa Ragam Matra Nir Tenun yang berlangsung hingga 30 September.
Melalui pameran tersebut dia menunjukkan bahwa kain wastra Indonesia bisa digunakan dalam berbagai konteks, tidak hanya di museum, tetapi juga untuk peralatan rumah, dekorasi, bahkan mainan.
“Kain wastra memiliki sifat universal yang membuatnya dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang,” kata Bhima.
Adapun seminar yang diselenggarakan secara daring serta luring tersebut juga menghadirkan narasumber lain yakni perancang busana Duriperca, Jane Kurnadi dan diikuti oleh berbagai kalangan dari pelajar, akademisi, praktisi dan pemerintah setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






