Jakarta

Dijajal Presiden Jokowi Hari Ini, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terasan Nyaman

Sastra Yudha | 13 September 2023, 21:20 WIB
Dijajal Presiden Jokowi Hari Ini, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terasan Nyaman

AKURAT.CO- Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan bahwa kereta cepat Jakarta- Bandung akan mulai beroperasi pada awal Oktober bulan depan.

Saat ini, lanjut Menhub, sedang menunggu terbitnya izin operasional. Dia memperkirakan, surat izin itu akan terbit sepekan lagi.

"Target di awal bulan sudah bisa jalan. Sertifikat izin operasi dari Kereta Cepat Jakarta-Bandung diharapkan bisa selesai dalam satu minggu ke depan," ungkap Budi Karya dalam keterangannya, Rabu (13/9/2023).

Kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu, akan memangkas perjalanan Jakarta-Bandung menjadi hanya setengah jam saja.

Baca Juga: Fraksi Golkar DPRD DKI Soroti Pengurangan Subsidi di Bidang Transportasi, Judistira: Harusnya Ditingkatkan!

Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki 4 stasiun pemberhentian. Yaitu; Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegal Luar.

Ditambahkan Budi Karya, total panjang trase proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai 142,3 km.

Trase tersebut terbagi antara lain jembatan sepanjang 82,7 km, tanah timbunan 42,7 km, terowongan 16,8 km dan jalan rel sepanjang 142,3 km.

Hari ini, kereta cepat Jakarta-Bandung telah dijajal oleh Presiden Jokowi, yang naik dari Stasiun Halim di Jakarta Timur ke Stasiun Padalarang di Jawa Barat.

Baca Juga: Sulap Kawasan Pesisir Jadi Daerah Maju, Bupati Zaki Raih Penghargaan APDI B-Universe 2023

Selama perjalanan, Presiden Jokowi merasa nyaman. Meski kereta melaju dengan kecepatan 350 kilometer/jam, namun laju kereta tidak terasa.

"Saya empat kali datang ke proyeknya kereta cepat, tapi memang baru pertama kali tadi mencoba. Nyaman. Pada kecepatan tadi 350 (kilometer/jam) tidak terasa sama sekali, baik saat duduk maupun saat saya berjalan," ungkap Jokowi.

Presiden Jokowi berharap, ke depannya ada peralihan penggunaan moda transportasi oleh masyarakat, dari mobil pribadi ke kereta cepat, ke LRT, ke MRT, dan ke Transjakarta.

Baca Juga: Dibangun Tanpa Pakai Uang Negara, JPM Dukuh Atas Tuai Pujian dan Apresiasi

Dengan begitu, kemacetan dan polusi udara bisa dikurangi. "Arahnya ke situ. Karena setiap tahun kita kehilangan, karena macet di Jabodetabek dan Bandung itu sudah lebih dari Rp 100 triliun," tuturnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.