Jakarta

Polda Metro Jaya Sebut Kemacetan di Jakarta Sudah Tidak Ideal

Fadhil Dhuha Rizqullah | 13 Agustus 2023, 15:28 WIB
Polda Metro Jaya Sebut Kemacetan di Jakarta Sudah Tidak Ideal

AKURAT.CO - Polda Metro Jaya menyebut kemacetan yang terjadi di DKI Jakarta saat ini sudah semakin parah dan tidak ideal dari segi lalu lintas.

Pasalnya, kemacetan di wilayah DKI Jakarta mengalami peningkatan dengan angka indeks di pertengahan tahun 2023 sudah mencapai 53 persen.

"Kemarin kalau enggak salah kalau diukur, coba dilihat badan statistik, kita indeksnya sudah di angka 53 persen,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Latif Usman, Minggu (13/8/2023).

Latif mengatakan, peningkatan tersebut merupakan jika dibandingkan dengan angka saat pandemi Covid-19 pada 2019 lalu yang berada di angka 35 persen. Namun, angka indeks kemacetan di DKI Jakarta sendiri, seharusnya atau idealnya tidak melebihi dari angka 50 persen.

Baca Juga: Dukung Prabowo Capres 2024, Airlangga: Prabowo Lahir dari Rahim Golkar

“Ini memang volume kendaraan aktivitas kendaraan yang cukup tinggi dan aktivitas masyarakat dalam berkegiatan itu sangat tinggi juga," ucapnya.

Dia mengklaim Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mengusulkan pembagian jam kerja karyawan untuk mengurai kemacetan. Hanya saja, kata dia, usulan tersebut masih dibahas bersama Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi memang volume yang sangat tinggi dan kegiatan dari pada kita mengantisipasi yang sudah kita sampaikan adalah pengusulan jam kerja. Ini masih menunggu keputusan dari bapak Gubernur,” jelasnya.

Latif menambahkan, sementara ini pihaknya menyiagakan personelnya di titik dan jam rawan macet di Jakarta untuk pengaturan lalu lintasnya.

Baca Juga: Motif Anak Bunuh Ibu dan Lukai Ayah di Depok, Dendam Karena Sering Dimarahi Sejak Kecil

"Untuk saat ini yang paling sangat kita bisa laksanakan adalah penempatan seluruh anggota di titik-titik rawan. Kita memaksimalkan untuk betul-betul penempatan personel di titik-titik rawan," tutupnya.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.