Ini Alasan Psikologis Seseorang Selalu Mematikan Centang Biru WhatsApp

AKURAT JAKARTA – Menonaktifkan fitur tanda terima pesan atau centang biru di aplikasi pesan instan WhatsApp bukan sekadar pilihan teknis.
Berdasarkan pandangan psikologi, kebiasaan ini mencerminkan kebutuhan seseorang dalam menjaga ruang pribadi, kesehatan mental, dan kendali atas ritme komunikasi digital.
Tekanan sosial untuk langsung membalas pesan kerap memicu kecemasan. Oleh karena itu, mematikan tanda baca menjadi cara bagi sebagian orang untuk menciptakan penyangga emosional agar dapat merespons pesan tanpa rasa tertekan.
Baca Juga: Malaysia Ngerengek ke FIFA Terkait Injury Time Laga Indonesia vs Bangladesh
Ciri Orang yang Mematikan Centang Biru Menurut Psikologi:
Menghargai Privasi: Menjaga agar aktivitas digital dan status online tidak harus selalu dipertanggungjawabkan kepada orang lain.
Mengontrol Ritme Komunikasi: Menentukan sendiri kapan waktu yang tepat untuk merespons pesan tanpa terikat ekspektasi pengirim.
Menghindari Tekanan Sosial: Memutus kewajiban tak tertulis untuk membalas pesan secara seketika.
Karakter Introvert & Reflektif: Lebih memprioritaskan waktu untuk berpikir mendalam sebelum memberikan tanggapan.
Menjaga Kesehatan Mental: Mencegah kecemasan dan burnout akibat ketergantungan pada notifikasi ponsel.
Mengutamakan Respons Matang: Lebih memilih memberikan jawaban yang berkualitas daripada reaksi terburu-buru.
Pakar perilaku menilai bahwa kebiasaan ini bukanlah bentuk ketidakpedulian atau sikap anti-sosial. Menonaktifkan centang biru merupakan bentuk penetapan batasan diri (boundaries) yang sehat dalam berinteraksi di dunia digital.
Meski memberikan rasa nyaman bagi pemiliknya, kebiasaan ini disarankan tetap diiringi dengan komunikasi yang terbuka agar tidak memicu kesalahpahaman atau rasa diabaikan bagi lawan bicara.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


