LRT Jakarta Fase 1B Resmi Beroperasi, Pengguna Disabilitas Soroti Fasilitas Guiding Block hingga Celah Peron

AKURAT JAKARTA – LRT Jakarta Fase 1B rute Kelapa Gading-Manggarai diresmikan dan dapat digunakan masyarakat mulai hari ini, Rabu (16/9/2026).
Namun, pengguna disabilitas masih menemukan sejumlah catatan terkait fasilitas aksesibilitas di stasiun.
Hal itu disampaikan Catur Sigit Nugroho, salah satu penumpang disabilitas sekaligus bagian dari tim inklusi disabilitas Kementerian Perhubungan (Kemenhub), setelah menjajal LRT Jakarta Fase 1B.
Baca Juga: Gubernur Pramono Ungkap 3 Skema Pembiayaan LRT Jakarta: Obligasi, APBD hingga Danantara
Catur menyoroti pemasangan guiding block atau jalur pemandu bagi penyandang tunanetra yang dinilainya masih perlu diperbaiki di sejumlah titik.
"Kalau untuk fasilitas stasiun itu kemarin ada beberapa yang pemasangan guiding block gitu kan, yang untuk ini ada beberapa yang memang perlu dikoreksi," ujar Catur.
Menurut dia, pemasangan guiding block di sejumlah titik masih belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia menyebut kondisi tersebut berpotensi menyulitkan penyandang tunanetra ketika menggunakan fasilitas stasiun.
"Seperti apa pemasangan guiding block itu ada yang masih belum sesuai ya, sama ketentuan yang... Kita kan punya ketentuan di PP Nomor 16 Tahun 2021 ya," katanya.
Catur mengatakan, kondisi tersebut bahkan berpotensi membuat penyandang tunanetra menabrak bagian tertentu di sekitar jalur yang tersedia.
"Jadi teman-teman tunanetra agak nanti apa, kesulitan gitu kan, bisa nabrak ini segala macam," katanya.
Ia mengaku telah menyampaikan catatan tersebut kepada Direktur Utama LRT Jakarta, Aditia Kesuma Negara. Catur berharap kekurangan pada fasilitas aksesibilitas dapat diperbaiki ke depannya.
"Tadi saya udah sampaikan ke Pak Dirut ya, Pak Dirut LRT. Mudah-mudahan nanti ke depan bisa diperbaiki yang masih kurang-kurang gitu," ucapnya.
Selain guiding block, Catur juga menyoroti akses bagi pengguna kursi roda listrik. Menurut dia, terdapat kondisi tertentu ketika gap atau celah antara peron dan kereta dapat menyulitkan pengguna kursi roda listrik.
"Kalau kursi roda listrik dengan gap yang lebih dari 10 cm, itu agak kesulitan," tuturnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi keberadaan ramp portable yang disediakan petugas.
Menurutnya, fasilitas tersebut cukup membantu pengguna kursi roda ketika naik maupun turun dari LRT.
"Udah disediakan ramp ya, ramp portable dan itu cukup bagus banget," ujar Catur. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



