Jakarta

Keren! Jadi Narasumber di Forum Nasional, Bupati Maesyal Rasyid Ungkap Strategi Hapus Kawasan Kumuh di Pesisir Tangerang

M Rahman Akurat | 15 September 2026, 09:04 WIB
Keren! Jadi Narasumber di Forum Nasional, Bupati Maesyal Rasyid Ungkap Strategi Hapus Kawasan Kumuh di Pesisir Tangerang
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, jadi narasumber di Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu. - (Dok. Prokopimkab)

AKURAT JAKARTA – Penataan dan penanganan kawasan kumuh, khususnya di wilayah pesisir, memerlukan sinergi serta kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat menjadi narasumber dalam acara Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu yang digelar di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, pada Senin (14/09/2026).

Dalam paparannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa bertumpu pada satu pihak atau pemerintah saja.

Baca Juga: Honda Supra X Cross 125 Dirumorkan Segera Rilis, Kuda Besi Tangguh Murah dengan Mesin 125cc dan Handling Lincah yang Siap Bersaing di Kelasnya

Penuntasan masalah permukiman kumuh wajib melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, akademisi, pihak swasta, hingga masyarakat setempat.

"Keberhasilan penanganan kawasan kumuh, khususnya wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang merupakan hasil sinergi dan kolaborasi, bukan hanya antara pemerintah pusat dan daerah, tapi juga melibatkan banyak pihak," ujarnya.

"Ada lembaga, institusi pendidikan, akademisi, swasta dan masyarakat itu sendiri terlibat langsung," lanjut Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini.

Baca Juga: Sampah Tak Lagi ke TPST Bantargebang, Legislator Golkar Judistira Hermawan Kebutuhan BBM Truk Dihitung Ulang

Transformasi Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk

Sebagai bukti nyata, Bupati Maesyal Rasyid memaparkan keberhasilan penataan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk.

Wilayah pesisir Tangerang tersebut sebelumnya memiliki area seluas 1,2 hektar yang kondisinya sangat kumuh dan tidak tertata.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bergerak cepat menggandeng berbagai mitra strategis.

Di antaranya adalah organisasi kemanusiaan Habitat for Humanity, Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA), serta masyarakat nelayan setempat.

Seluruh pihak sepakat untuk bergotong-royong membangun kembali kawasan tersebut.

"Berkat kerja sama dan kolaborasi dari banyak komponen yang memberikan perhatian serius kepada masyarakat nelayan setempat di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk, sekarang sudah tidak kumuh lagi," ungkapnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.