Keren! Jadi Narasumber di Forum Nasional, Bupati Maesyal Rasyid Ungkap Strategi Hapus Kawasan Kumuh di Pesisir Tangerang

AKURAT JAKARTA – Penataan dan penanganan kawasan kumuh, khususnya di wilayah pesisir, memerlukan sinergi serta kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, saat menjadi narasumber dalam acara Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu yang digelar di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, pada Senin (14/09/2026).
Dalam paparannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa bertumpu pada satu pihak atau pemerintah saja.
Penuntasan masalah permukiman kumuh wajib melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, akademisi, pihak swasta, hingga masyarakat setempat.
"Keberhasilan penanganan kawasan kumuh, khususnya wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang merupakan hasil sinergi dan kolaborasi, bukan hanya antara pemerintah pusat dan daerah, tapi juga melibatkan banyak pihak," ujarnya.
"Ada lembaga, institusi pendidikan, akademisi, swasta dan masyarakat itu sendiri terlibat langsung," lanjut Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal ini.
Transformasi Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk
Sebagai bukti nyata, Bupati Maesyal Rasyid memaparkan keberhasilan penataan di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk.
Wilayah pesisir Tangerang tersebut sebelumnya memiliki area seluas 1,2 hektar yang kondisinya sangat kumuh dan tidak tertata.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bergerak cepat menggandeng berbagai mitra strategis.
Di antaranya adalah organisasi kemanusiaan Habitat for Humanity, Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA), serta masyarakat nelayan setempat.
Seluruh pihak sepakat untuk bergotong-royong membangun kembali kawasan tersebut.
"Berkat kerja sama dan kolaborasi dari banyak komponen yang memberikan perhatian serius kepada masyarakat nelayan setempat di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk, sekarang sudah tidak kumuh lagi," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







