Jakarta

Bandara Soetta hingga Husein Sastranegara Kembali Beroperasi Usai Ditutup Erupsi Anak Krakatau

Yusuf Doank | 8 September 2026, 07:39 WIB
Bandara Soetta hingga Husein Sastranegara Kembali Beroperasi Usai Ditutup Erupsi Anak Krakatau
Ilustrasi bandara Soekarno-Hatta

AKURAT JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang), telah dibuka kembali pada Selasa (8/9/2026).

Selain Soetta, Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), dan Husein Sastranegara (Bandung) juga dibuka.

Sebelumnya, penerbangan di ketiga bandara tersebut sempat ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Baca Juga: Kabar Baik dari BMKG: Pagi Ini Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bergerak Menjauhi Wilayah Indonesia

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, menyampaikan bahwa pembukaan kembali layanan penerbangan ini merujuk pada Notice to Air Missions (Notam) dari AirNav Indonesia dengan status resumed operations yang dirilis mulai pukul 00.30 WIB.

"Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," kata Arie dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).

Arie merinci, status resumed operations berlaku bertahap di tiap lokasi, yakni Bandara Soekarno-Hatta: Beroperasi kembali mulai pukul 00.30 WIB.

Lalu Bandara Halim Perdanakusuma: Beroperasi kembali mulai pukul 00.40 WIB dan Bandara Husein Sastranegara: Beroperasi kembali mulai pukul 00.42 WIB.

Sebelum resmi dibuka, pengelola bandara telah menjalankan seluruh prosedur keselamatan. Langkah ini meliputi pembersihan sisa abu vulkanik di area apron, taxiway, hingga runway.

"Selain itu, kami juga melakukan uji kekesatan di runway. Hasilnya menunjukkan fasilitas penerbangan telah memenuhi standar dan persyaratan keselamatan," tambah Arie.

Secara terpisah, General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menjelaskan bahwa pemulihan operasional dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan faktor keselamatan.

Strategi pengendalian lalu lintas udara dilakukan menggunakan mekanisme Air Traffic Flow Management (ATFM).

"Pengaturan ini diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat berjalan aman dan tertib, sekaligus memulihkan kapasitas operasional bandara secara bertahap," kata Heru.

Penyesuaian ini diprioritaskan untuk mempercepat jadwal keberangkatan pesawat yang sempat tertunda (delay) serta mengembalikan kapasitas apron ke kondisi normal.

Pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta juga telah berkoordinasi dengan seluruh penyedia transportasi publik untuk menjamin ketersediaan armada pendukung dari dan menuju bandara.

Heru mengimbau para calon penumpang untuk aktif memeriksa jadwal dan status penerbangan terbaru melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum pergi ke bandara.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y