Jakarta

6 Tahun Pascatragedi Jembatan Genoa: Eks CEO Divonis, Puluhan Terdakwa Lain Malah Bebas karena Celah Hukum

Aisya Nur Aziza | 17 Juli 2026, 22:25 WIB
6 Tahun Pascatragedi Jembatan Genoa: Eks CEO Divonis, Puluhan Terdakwa Lain Malah Bebas karena Celah Hukum

AKURAT JAKARTA — Enam tahun setelah runtuhnya Jembatan Morandi yang menewaskan 43 orang, pengadilan Italia akhirnya menjatuhkan vonis bersalah terhadap 32 terdakwa.

Mantan CEO operator jalan tol Autostrade per l'Italia, Giovanni Castellucci, menerima hukuman paling berat dengan vonis 12 tahun penjara atas dakwaan pembunuhan karena kelalaian (manslaughter).

Ketukan palu hakim di pengadilan Genoa pada Kamis (17/7/2026) waktu setempat, disambut keheningan mendalam di ruang sidang.

Ruangan tersebut penuh sesak oleh sekitar 400 orang yang terdiri dari tim hukum, jurnalis, warga, serta anggota keluarga korban yang mengenakan pakaian hitam sebagai simbol duka yang belum usai.

"Kami perlu memahami putusan ini lebih jauh; ada begitu banyak terdakwa yang terlibat di dalamnya," ujar Egle Possetti, juru bicara keluarga korban yang kehilangan empat anggota keluarganya dalam tragedi tersebut, seperti dikutip dari The Guardian.

Baca Juga: Sambangi Kejagung, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kelalaian Demi Keuntungan Korporasi

Kasus ini menjadi salah satu bencana infrastruktur paling mematikan dalam sejarah modern Italia.

Pada 2018, bentang jembatan sepanjang 50 meter runtuh di tengah badai musim panas, menghempaskan puluhan kendaraan ke dasar sungai dan kompleks pergudangan di bawahnya.

Dalam persidangan yang melelahkan ini, Castellucci diadili bersama 56 terdakwa lainnya.

Jaksa penuntut umum berhasil membuktikan adanya praktik pembiaran dan kelalaian berlapis dalam pemeliharaan jembatan berusia 51 tahun tersebut.

Pihak kejaksaan menyatakan bahwa manajemen sengaja mengabaikan berbagai sinyal peringatan dini dan menunda perbaikan struktural demi menjaga stabilitas keuntungan finansial perusahaan.

Secara total, pengadilan memutus 32 orang bersalah dengan hukuman bervariasi antara satu tahun 11 bulan hingga 12 tahun penjara.

Sementara beberapa terdakwa lainnya dibebaskan karena tuntutan hukumnya telah kedaluwarsa berdasarkan hukum pidana Italia.

Baca Juga: Pamor AS Anjlok, Kini Dunia Lebih Pilih China Ketimbang Donald Trump

Pembelaan Terdakwa dan Langkah Banding

Di sisi lain, tim kuasa hukum Castellucci langsung menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

Mereka berkilah bahwa keruntuhan disebabkan oleh cacat desain awal pada kabel penahan nomor 9, sesuatu yang menurut mereka tidak bisa dicegah hanya dengan perawatan rutin.

"Penderitaan akibat tragedi Genoa ini sangat besar dan harus dihormati. Namun, beratnya peristiwa ini menuntut keadilan yang didasarkan pada tanggung jawab individu yang objektif, bukan sekadar mencari kambing hitam," tulis tim pengacara Castellucci dalam pernyataan resminya.

Mereka menambahkan bahwa selama menjabat, sang CEO selalu bersandar pada penilaian para insinyur terkemuka Italia.

Reformasi Total Infrastruktur Italia

Tragedi memilukan ini tidak hanya berakhir di meja hijau, tetapi juga memicu gempa politik dan bisnis di Italia.

Skandal ini memaksa dinasti keluarga kaya Benetton untuk melepas kepemilikan saham pengendali mereka di Autostrade per l'Italia setelah mendapat tekanan hebat dari pemerintah.

Sisa-sisa struktur Jembatan Morandi kini telah diruntuhkan seluruhnya.

Di lokasi yang sama, kini berdiri tegak Jembatan Genoa San Giorgio.

Infrastruktur baru yang diresmikan pada Agustus 2020 ini dirancang khusus oleh arsitek legendaris kelahiran Genoa, Renzo Piano, dengan desain yang menyerupai lambung kapal sebagai penghormatan terhadap sejarah maritim kota tersebut. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.