Jakarta

HUT ke-20 Kecamatan Gunung Kaler, Bupati Tangerang Dorong Masyarakat Perkuat Fondasi Spiritual dan Ekonomi Lokal

M Rahman Akurat | 28 April 2026, 09:09 WIB
HUT ke-20 Kecamatan Gunung Kaler, Bupati Tangerang Dorong Masyarakat Perkuat Fondasi Spiritual dan Ekonomi Lokal
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menghadiri acara Istighosah dan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati HUT ke-20 Kecamatan Gunung Kaler,

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri acara Istighosah dan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kecamatan Gunung Kaler, Senin (27/04/2026).

Selain agenda religi, Bupati Maesyal juga secara resmi menutup Festival UMKM Ngider Kecamatan yang telah berlangsung selama enam hari.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal fisik, tetapi juga harus seimbang dengan nilai spiritual.

Baca Juga: Bupati Tangerang Ajak Perusahaan Gotong Royong Perbaiki Jalan Terutama di Kawasan Industri

“Momentum istighosah ini adalah bentuk ikhtiar batiniah kita memohon keberkahan dan ridho Allah SWT. HUT ke-20 ini harus menjadi refleksi agar pembangunan yang berjalan senantiasa membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal.

Dorong UMKM Gunung Kaler Naik Kelas

Selain penguatan spiritual, sektor ekonomi menjadi sorotan utama. Bupati memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Festival UMKM Ngider Kecamatan.

Menurut bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal, kegiatan ini adalah langkah nyata dalam menghidupkan ekonomi kerakyatan.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal agar pelaku usaha kita bisa tumbuh dan naik kelas,” tegasnya.

Baca Juga: Peringati Hari OTDA Ke-30, Bupati Tangerang Ajak Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Dampak Positif Festival UMKM

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, melaporkan bahwa festival di Gunung Kaler ini diikuti oleh 25 pelaku usaha mikro yang memamerkan berbagai produk unggulan lokal.

"Ada 25 booth yang semuanya merupakan produk lokal asli Gunung Kaler. Selama enam hari pelaksanaan, dampak ekonominya sangat terasa. Bahkan, beberapa pelaku UMKM mampu meraih omzet hingga jutaan rupiah per hari," jelas Anna.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Kecamatan Gunung Kaler diharapkan terus berkembang menjadi wilayah yang maju, mandiri, dan sejahtera di masa depan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.