Jakarta

Tinjau Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Nelayan di Mauk, Menko AHY Apresiasi Kolaborasi Pemkab Tangerang dengan Pusat dan Swasta

M Rahman Akurat | 17 April 2026, 07:43 WIB
Tinjau Pembangunan Rumah Layak Huni bagi Nelayan di Mauk, Menko AHY Apresiasi Kolaborasi Pemkab Tangerang dengan Pusat dan Swasta
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, bersama Menko AHY saat mengunjungi pemukiman layak bagi nelayan di Mauk

AKURAT JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi kawasan pesisir di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Hal ini disampaikan Menko AHY saat meninjau pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (16/4/2026).

Dalam kunjungan kerja ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang tersebut, Menko AHY didampingi oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, serta jajaran kementerian terkait.

Baca Juga: Legislator Golkar Syafi Djohan Soroti Pentingnya Pansus Fasos-Fasum, Dorong Pengembang Penuhi Kewajiban

Model Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Menko AHY menegaskan bahwa penataan hunian nelayan di Mauk merupakan contoh nyata sinergi yang efektif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

“Ini merupakan contoh nyata kolaborasi yang baik. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan kawasan hunian yang lebih layak dan tertata bagi masyarakat nelayan,” ujar AHY.

Di Desa Tanjung Anom, sebanyak 110 unit rumah layak huni telah dibangun melalui kerja sama Pemkab Tangerang dengan Habitat for Humanity dan koperasi lokal.

Sementara di kawasan Ketapang Aquaculture, terdapat 127 rumah yang kini telah bertransformasi menjadi lingkungan yang asri dan produktif.

Baca Juga: Hadapi El Nino April-September 2026, Gubernur Pramono Fokus Langkah Antisipatif Pangan dan ISPA

Mendorong Ekonomi dan Ekowisata Pesisir

Tak hanya sekadar membangun fisik bangunan, Menko AHY menekankan pentingnya pengembangan ekosistem ekonomi.

Menurutnya, kawasan yang tertata harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya dalam mengolah hasil perikanan.

Selain hunian, Menko AHY juga menyoroti potensi kawasan mangrove di Desa Ketapang sebagai pelindung abrasi sekaligus destinasi ecotourism dan sport tourism.

“Penanaman mangrove ini sangat penting sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim. Ke depan, ini bisa menjadi destinasi wisata yang memberikan nilai ekonomi bagi warga,” tambahnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Daan Mogot, Gagal Menyalip Bus, Pengendara Motor Asal Bekasi Tewas Terlindas

Komitmen Pemkab Tangerang Melalui Program Gebrak Pakumis

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyatakan komitmennya untuk terus melanjutkan program bedah rumah melalui program unggulan Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin).

“Target kami adalah pembangunan 1.000 rumah layak huni setiap tahun. Kami akan terus melanjutkan ini hingga seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang mendapatkan hunian yang layak,” tegas Maesyal Rasyid.

Menanggapi arahan Menko AHY, Pemkab Tangerang juga berencana memperkuat infrastruktur pesisir melalui pembangunan tanggul penahan abrasi (breakwater) dan normalisasi sungai guna mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat nelayan.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Daan Mogot, Gagal Menyalip Bus, Pengendara Motor Asal Bekasi Tewas Terlindas

Sinergi lintas sektor melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang didukung dana APBN dan APBD ini diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan bagi kawasan pesisir lainnya di Indonesia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.