Jakarta

Evaluasi Kinerja Koperasi Merah Putih Triwulan I Tahun 2026, Bupati Maesyal: KDKMP Harus Lebih Produktif dan Berikan Manfaat Nyata bagi Warga

M Rahman Akurat | 16 April 2026, 07:26 WIB
Evaluasi Kinerja Koperasi Merah Putih Triwulan I Tahun 2026, Bupati Maesyal: KDKMP Harus Lebih Produktif dan Berikan Manfaat Nyata bagi Warga
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, pimpin rapat evaluasi KDKMP Kabupaten Tangerang

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Triwulan I Tahun 2026.

Acara yang digelar di Aula Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tangerang pada Rabu (15/04/2026) ini bertujuan untuk memastikan efektivitas program pemberdayaan ekonomi desa.

Dalam arahannya, Bupati Maesyal menegaskan bahwa Monev ini merupakan langkah krusial untuk memastikan setiap koperasi di wilayah Kabupaten Tangerang berjalan optimal dan tepat sasaran.

Baca Juga: Jaga Integritas Pemeriksaan, UI Bekukan Status Akademik 16 Mahasiswa Terduga Kekerasan Seksual

"Hari ini, kita mengundang 137 ketua koperasi merah putih untuk gelombang pertama. Evaluasi ini penting untuk melihat apakah koperasi yang mendapat dukungan dana Rp100 juta per desa/kelurahan ini sudah berjalan lancar atau masih ada kendala," ujar Bupati Maesyal.

Fokus pada Kinerja Nyata

Bupati menekankan bahwa KDKMP tidak boleh hanya eksis secara administratif. Koperasi harus menunjukkan kinerja nyata yang berdampak langsung pada kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar.

Melalui Monev ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang ingin memetakan hambatan yang dialami para pengelola di lapangan.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro pun telah menjadwalkan gelombang kedua untuk memastikan seluruh KDKMP di Kabupaten Tangerang mendapatkan pendampingan yang merata.

"Koperasi harus menunjukkan kinerja nyata, berjalan usahanya, dan memberikan manfaat langsung bagi anggota. Kita cari jalan keluarnya bersama, khususnya terkait kendala suplai," tegasnya.

Baca Juga: Terlihat Sehat, Ternyata Berisiko! Ini 5 Ikan Sungai yang Sebaiknya Dihindari untuk Dikonsumsi

Sinergi dengan Petani Lokal dan Program MBG

Salah satu poin penting yang disampaikan Bupati Maesyal adalah dorongan agar koperasi memanfaatkan potensi lokal.

Ia menginstruksikan pengelola koperasi untuk menjalin kolaborasi dengan petani dan peternak di wilayah masing-masing.

Produk lokal seperti hasil pertanian, hortikultura, hingga hasil ternak seperti ayam dan lele, diharapkan dapat diserap oleh koperasi untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Koperasi bisa jalin kerjasama dengan petani lokal. Hasil panen mereka bisa dimanfaatkan koperasi untuk disuplai ke program MBG. Dengan sinergi yang kuat, koperasi menjadi bagian penting dalam rantai pasok kebutuhan masyarakat," jelas Bupati.

Baca Juga: Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Shakhtar Donetsk di UECL, 16 April 2026: Misi Sulit De Kaasboeren Kejar Defisit

Komitmen Keberlanjutan

Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan bahwa kegiatan monitoring ini akan dilakukan secara berkelanjutan.

Tujuannya agar setiap permasalahan yang muncul di tingkat desa/kelurahan dapat segera dicarikan solusi konkret.

Dengan hadirnya narasumber strategis dalam kegiatan ini, diharapkan para pengelola koperasi memiliki wawasan baru untuk mengembangkan usahanya secara mandiri dan profesional di masa depan.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menyampaikan bahwa monev ini difokuskan untuk memetakan permasalahan yang dihadapi koperasi secara lebih terarah.

“Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kendala dari aspek kelembagaan, usaha, dan SDM agar dapat ditangani secara tepat,” ujarnya.

Baca Juga: Liburan Tenang Tanpa Khawatir: Ini 6 Tips Wisata Halal yang Perlu Kamu Coba

Ia menambahkan, hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah pembinaan ke depan.

“Dari hasil ini, kami akan menyusun rekomendasi strategis untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan koperasi,” jelasnya.

Menurut Anna, proses monev yang dilakukan dirancang interaktif agar solusi dapat ditemukan bersama.

“Melalui diskusi, asistensi, dan monitoring, kami harap setiap permasalahan bisa ditindaklanjuti secara konkret,” tutupnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.