Jakarta

Halal Bihalal Bersama Warga Perumahan Tangerang Elok, Bupati Maesyal Rasyid Ajak Warga Pasar Kemis dan Rajeg Bersinergi

M Rahman Akurat | 3 April 2026, 15:36 WIB
Halal Bihalal Bersama Warga Perumahan Tangerang Elok, Bupati Maesyal Rasyid Ajak Warga Pasar Kemis dan Rajeg Bersinergi
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, halal bihalal dengan warga Pasar Kemis dan Rajeg.

AKURAT JAKARTA – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menggelar kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersama Forum RW, majelis taklim, dan warga se-Kecamatan Pasar Kemis dan Rajeg di Perumahan Tangerang Elok, Jumat (3/4/2026).

Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Bupati menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memberikan pemahaman terkait progres pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tangerang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mendukung program pembangunan daerah.

Baca Juga: WFH ASN DKI Tiap Jumat: Komisi A DPRD Ingatkan Disiplin dan Pelayanan Publik Tak Boleh Kendor

Menanggapi aspirasi warga terkait pembangunan, Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan bahwa luas wilayah Kabupaten Tangerang yang mencapai 1.050 kilometer membutuhkan penanganan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

"Yang belum selesai mohon bersabar, karena kemampuan keuangan daerah terbatas. Namun, kami bersama Dinas Bina Marga terus berupaya agar pembangunan berjalan optimal dan merata," ujar Maesyal Rasyid.

Ia menegaskan pemerintah daerah terus mempercepat proses lelang proyek agar pengerjaan infrastruktur, seperti yang sedang berjalan di wilayah Pakuhaji, dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Selain infrastruktur jalan, Bupati juga menyoroti program sekolah gratis, beasiswa, bedah rumah bagi masyarakat yang rumahnya tidak layak huni membutuhkan serta program lainnya yang bisa dirasakan dampak dan manfaatnya

“Kami akan terus berupaya membantu masyarakat, terutama yang rumahnya sudah tidak layak. Itu menjadi perhatian serius kami,” tambahnya.

Baca Juga: Gubernur Pramono Tanggapi Santai Tumpukan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati: Tak Perlu Strategi Rumit, Cukup Diangkut!

Terkait penanganan banjir, dia menyebutkan bahwa upaya normalisasi saluran air dan pembangunan tanggul terus dilakukan.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan agar aliran air tetap lancar.

“Alhamdulillah, beberapa titik yang sebelumnya rawan banjir di Elok Pasar Kemis kini sudah mulai teratasi. Ini berkat kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Pada momentum halal bihalal tersebut, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan dalam pelayanan dan pembangunan selama dirinya menjabat.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pelayanan kepada masyarakat, dan ini akan menjadi bahan evaluasi kami ke depan,” ucapnya.

Baca Juga: Zaki Iskandar Puji Transformasi Timnas Indonesia di Bawah Kendali John Herdman

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Tangerang agar semakin maju dan sejahtera.

"Kegiatan silaturahmi dan halal bihalal ini diharapkan selain mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat yang menyampaikan aspirasinya, juga memperkuat sinergi agar peran aktif masyarakat semakin meningkat," pungkasnya.

Sementara perwakilan warga, Suyanti, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Bupati Maesyal yang dinilai dekat dan peduli dengan masyarakat.

“Kami merasa bersyukur memiliki Bupati yang begitu peduli terhadap masyarakat, khususnya di Pasar Kemis. Kehadiran beliau membawa perubahan nyata bagi lingkungan kami,” ungkapnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.