Mengenal Varian Baru Covid-19 Cicada, Mutasi Tinggi namun Risiko Dinilai Rendah

AKURAT JAKARTA – Dunia internasional memberikan perhatian khusus terhadap kemunculan varian baru Covid-19, yakni subvarian BA.3.2 atau yang populer dijuluki sebagai varian Cicada.
Varian ini menjadi sorotan lantaran memiliki sekitar 75 mutasi pada protein lonjakan (spike protein), jumlah yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan varian-varian sebelumnya.
Para ahli menyebutkan, banyaknya mutasi tersebut membuat virus memiliki kemampuan lebih tinggi untuk menghindari sistem kekebalan tubuh manusia.
Baca Juga: Tiru Kebijakan Singapura, Fraksi Golkar DPRD DKI Dorong Raperda Narkotika Awasi Penyalahgunaan Vape
Kendati demikian, otoritas kesehatan menegaskan bahwa tingkat keganasan atau fatalitas dari varian ini tidak lebih tinggi jika dibandingkan dengan varian pendahulunya.
Varian Cicada pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2024 dan merupakan turunan dari garis keturunan Omicron.
Profesor biologi evolusi dari University of Guelph, Ryan Gregory, yang memberikan julukan Cicada, menjelaskan bahwa karakteristik varian ini mirip dengan serangga tonggeret (cicada).
“Varian ini berkembang secara diam-diam selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menyebar dengan cepat, menyerupai siklus hidup cicada,” ujar Gregory.
Ahli mikrobiologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Andrew Pekosz, menyoroti tantangan yang muncul akibat banyaknya mutasi pada varian ini.
Menurutnya, perubahan genetik yang masif membuat virus menjadi lebih sulit dikenali oleh sistem imun, sehingga respons pertahanan tubuh cenderung menjadi lebih lambat.
Namun, pandangan yang lebih optimistis disampaikan oleh Dana Mazo dari NYU Langone Health. Ia menilai banyaknya mutasi tersebut tidak serta-merta meningkatkan daya infeksi secara drastis.
“Mutasi tersebut justru berpotensi mengurangi kemampuan virus untuk menempel secara efektif pada sel manusia,” jelas Mazo.
Hingga saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) masih mengklasifikasikan BA.3.2 sebagai variant under monitoring atau varian dalam pemantauan.
Hal ini menunjukkan bahwa risiko terhadap kesehatan masyarakat secara luas saat ini dinilai masih relatif rendah.
Meski tingkat risikonya terkendali, penyebaran varian Cicada tercatat telah meluas ke puluhan negara, termasuk Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa.
Di wilayah Eropa, data menunjukkan varian ini telah menyumbang sekitar 30 persen dari total kasus infeksi Covid-19 yang dilaporkan.
Terkait gejala, William Schaffner dari Vanderbilt University Medical Center menyebut tidak ada perbedaan mencolok antara gejala Cicada dengan varian sebelumnya.
Gejala umum yang dilaporkan meliputi demam, batuk, sesak napas, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, kelelahan, hingga gangguan pencernaan.
"Sakit tenggorokan tetap menjadi gejala yang paling sering dilaporkan oleh pasien," tambah pakar kesehatan Robert H. Hopkins Jr.
Menghadapi tren ini, para ahli medis tetap menekankan krusialnya vaksinasi. Walaupun mutasi dapat memengaruhi efektivitas vaksin dalam mencegah penularan secara total, perlindungan terhadap risiko gejala berat, rawat inap, dan komplikasi serius tetap berada pada level yang tinggi.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan utama.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026

