Jakarta

Jakarta Banjir Hampir 2 Meter, Petugas Evakuasi Balita dan Ibu Hamil

Yusuf Doank | 22 Maret 2026, 07:35 WIB
Jakarta Banjir Hampir 2 Meter, Petugas Evakuasi Balita dan Ibu Hamil
Jakarta Banjir Hampir 2 Meter, Petugas Evakuasi Balita dan Ibu Hamil

AKURAT JAKARTA — Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur melakukan aksi penyelamatan dramatis terhadap puluhan warga.

Termasuk para kelompok rentan, saat banjir merendam permukiman di kawasan Cibubur, Ciracas, Sabtu (21/3/2026) malam.

Di tengah kegelapan malam dan ketinggian air yang mencapai 1,7 meter, petugas memprioritaskan evakuasi bagi balita, lansia, hingga ibu hamil yang terjebak di dalam rumah.

Baca Juga: Soroti Proyek RDF Rorotan yang Belum Capai Target, Legislator Golkar Sardy Wahab Singgung Potensi Masuk Ranah Hukum

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi nyawa setiap warga negara yang berada dalam kondisi darurat.

"Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit," kata Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, Minggu (22/3/2026).

Sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi dalam operasi kemanusiaan tersebut. Di antara para penyintas, terdapat enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, serta dua warga yang tengah dalam kondisi sakit.

Kehadiran petugas menjadi oase bagi warga yang diliputi kekhawatiran akibat kenaikan air yang begitu cepat di Jalan H. Mardah, Kelurahan Cibubur.

Operasi yang melibatkan 10 personel dengan dukungan unit rescue dan pompa kebakaran ini berlangsung penuh kehati-hatian.

Petugas harus menyusuri arus air yang cukup dalam demi memastikan keselamatan anak-anak dan ibu hamil agar dapat dipindahkan ke tempat yang lebih layak dan aman.

Meski evakuasi yang berakhir pukul 20.30 WIB tersebut berjalan lancar tanpa korban jiwa, petugas tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kewaspadaan. Hingga Ahad pagi, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut, namun potensi cuaca ekstrem masih perlu diantisipasi.

"Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya respons cepat dalam penanganan bencana, terutama untuk melindungi kelompok rentan yang paling terdampak," tambah Muchtar.

Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan saling membantu di tengah musibah.

Semoga warga yang terdampak diberikan kesabaran dan kekuatan, serta situasi segera pulih sehingga mereka dapat merayakan hari kemenangan dengan penuh kedamaian.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y