Jakarta

Layanan dan Pengawasan 24 Jam Nonstop, Bea Cukai Tanjung Priok Pastikan Arus Logistik Aman Selama Libur Idul Fitri 2026

M Rahman Akurat | 21 Maret 2026, 11:08 WIB
Layanan dan Pengawasan 24 Jam Nonstop, Bea Cukai Tanjung Priok Pastikan Arus Logistik Aman Selama Libur Idul Fitri 2026
Ilustrasi - Keluar masuk peti kemas di pelabuhan

AKURAT JAKARTA – Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen menjaga kelancaran arus logistik nasional selama masa libur nasional Hari Raya Idul Fitri 2026.

Meski memasuki periode libur panjang, pengawasan terhadap peti kemas dan pengiriman barang tetap dilakukan secara intensif.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Adhang Nugroho Adhi, menegaskan bahwa seluruh layanan strategis tetap tersedia demi memberikan kepastian bagi para pengguna jasa.

Baca Juga: 5 Manfaat Daun Binahong untuk Kulit, Rahasia Alami Wajah Cerah yang Jarang Diketahui!

"Kami memastikan seluruh layanan strategis tetap tersedia guna mendukung kelancaran arus logistik nasional," ujar Adhang dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026).

Layanan 24 Jam dan Pengawasan Nonstop

Mengantisipasi lonjakan arus barang menjelang libur nasional, Bea Cukai Tanjung Priok melakukan optimalisasi layanan di berbagai lini. Beberapa poin utama kesiapan layanan meliputi:

  • PTSP 24 Jam: Loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu tetap beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan administrasi pengguna jasa.

  • Pemindaian Peti Kemas: Pemeriksaan menggunakan alat pemindai (scanner) tetap berlangsung nonstop guna mempercepat proses pengeluaran barang.

  • Pemeriksaan Fisik & Dokumen: Petugas tetap siaga melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan kepatuhan kepabeanan.

Adhang juga mengingatkan pengguna jasa untuk memperhatikan jam operasional Tempat Penimbunan Sementara (TPS) dan Tempat Penimbunan Pabean (TPP) agar tidak terjadi kendala teknis di lapangan.

Baca Juga: 5 Tradisi Unik Sambut Lebaran di Berbagai Daerah Indonesia, Ada yang Sampai Ikut "Perang"

Peran Strategis Pelabuhan Tanjung Priok

Sebagai salah satu gerbang utama ekonomi Indonesia, volume dokumen kepabeanan di Tanjung Priok sangat tinggi.

Sepanjang tahun 2025, rata-rata penanganan dokumen ekspor dan impor mencapai lebih dari 130 ribu dokumen per bulan.

"Hal ini mencerminkan peran strategis Bea Cukai Tanjung Priok sebagai pintu utama arus logistik nasional," tambah Adhang.

Baca Juga: Dari Arab hingga Amerika, Ini Cara Unik Berbagai Negara di Dunia Rayakan Idul Fitri

Komitmen Anti-Gratifikasi

Di tengah upaya menjaga performa layanan, Bea Cukai Tanjung Priok juga mempertegas komitmennya dalam menjaga integritas.

Adhang mengimbau seluruh pihak untuk menolak segala bentuk korupsi dan gratifikasi.

"Seluruh pegawai dilarang menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun. Kami meminta pengguna jasa mendukung hal ini dengan tidak memberikan imbalan dan melaporkan jika ditemukan indikasi pelanggaran melalui saluran resmi," tutupnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.