Buka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan Dan Pembangunan Desa, Bupati Tangerang Sebut Kades Ujung Tombak Pertumbuhan Ekonomi Daerah

AKURAT JAKARTA - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meminta para kepala desa (Kades) berperan aktif dan optimal dalam mengelola anggaran untuk peningkatan perekonomian.
Sebab, kata Bupati Maesyal Rasyid, desa merupakan ujung tombak pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Maesyal saat membuka Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang digelar di Hotel Aryaduta Kelapa Dua, pada Kamis (13/11/2025).
Workshop tersebut diikuti oleh para Kepala Desa, Camat, serta unsur perangkat daerah terkait, dengan menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Banten, Kementerian Desa, serta Kementerian Keuangan.
Workshop tersebut mengusung tema: Optimalisasi Peran Desa, BUMDes, dan KDMP sebagai Penggerak Ekonomi Desa.
Bupati Maesyal menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam meningkatkan tata kelola keuangan dan pembangunan desa.
Dia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi sarana untuk berbagi usul, saran dan informasi terkait dengan pelaksanaan pembangunan di desa dan pengelolaan keuangannya.
Bupati Maesyal berharap, para kepala desa dapat menyampaikan secara langsung keluhannya di forum Workshop tersebut. Karena forum tersebut dihadiri langsung oleh BPKP, Kementerian Desa, dan Kementerian Keuangan.
"Gunakan kesempatan ini untuk banyak bertanya, supaya pengelolaan keuangan desa aman dan tepat sasaran,” ujar Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal itu.
Baca Juga: Eks Pelatih Uzbekistan Timur Kapadze Dikabarkan Siap Tukangi Timnas Indonesia
Bupati Maesyal menjelaskan, tata kelola keuangan desa bersumber dari beberapa sektor. Seperti dari pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dan Kementerian Keuangan serta dari APBD Kabupaten Tangerang yang dialokasikan melalui bagi hasil pajak dan retribusi.
Untuk itu, transparansi, akuntabilitas, serta sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan dan desa sangat penting agar penggunaan dana desa tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kita harus bersama-sama menjaga agar pengelolaan keuangan desa bisa baik, transparan, dan akuntable. Kalau ada kendala, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan camat, inspektorat, atau perangkat daerah terkait,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga menyinggung adanya kebijakan pemerintah pusat tentang pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp. 619 miliar.
Pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ini tentunya akan berdampak pada pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Rekomendasi 7 Film Terbaru yang Tayang di Bioskop Pekan Ini, dari The First Ride hingga Dopamin
“Pengurangan ini bukan hanya di Kabupaten Tangerang, tapi di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat saat ini fokus pada penguatan ekonomi rakyat dari bawah,” jelasnya.
Namun demikian, dia memastikan bahwa Pemkab Tangerang terus mencari solusi terbaik agar pembangunan desa tetap berjalan sesuai rencana.
"Kita terus berupaya mencari solusi terbaik, karena desa menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi daerah," tegasnya.
Bupati Maesyal juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kerja keras para kepala desa dalam berbagai program pemerintah, termasuk penurunan angka stunting yang membuat Kabupaten Tangerang dapat penghargaan insentif fiskal dari pusat.
“Penghargaan itu bukan karena bupatinya, tapi karena kerja keras kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat. Ini bukti nyata bahwa program desa berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







