Jakarta

Berhasil Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Tangerang, Wabup Intan Apresiasi Tiga Kecamatan Ini

Sastra Yudha | 26 September 2025, 08:11 WIB
Berhasil Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Tangerang, Wabup Intan Apresiasi Tiga Kecamatan Ini

AKURAT JAKARTA - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mengapresiasi tiga kecamatan di Kabupaten Tangerang yang berhasil menurunkan angka stunting.

Tiga kecamatan yang dapat apresiasi tersebut adalah Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Teluknaga, dan Kecamatan Pagedangan.

Hal tersebut disampaikan Wabup Intan di acara monitoring pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting (P3S) di Kecamatan Pagedangan, pada Kamis (25/09/2025).

Baca Juga: Pemerintah Berencana Pangkas Pajak Bea Balik Nama

Wabup Intan yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tangerang, menegaskan bahwa monitoring yang dilakukan ke kecamatan-kecamatan ini untuk mencocokkan data capaian P3S.

Selain itu, monitoring juga dilakukan untuk memberikan arahan kepada pihak kecamatan, Puskesmas, desa/kelurahan dan para kader, agar capaian penurunan stunting di Kabupaten Tangerang semakin maksimal menuju Zero Stunting.

"Saya harus ikut turun memberikan arahan kepada bapak dan ibu semua, supaya target pencapaian penurunan stunting di Kabupaten Tangerang dari tahun ke tahun bisa tercapai," ujar Wabup Intan.

Hasil monitoring langsung ini, lanjut Wabup Intan, ada tiga kecamatan yang menunjukan tren positif penurunan stunting.

Ketiga kecamatan tersebut yaitu: Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Teluknaga, dan Kecamatan Pagedangan.

Baca Juga: Prediksi Skor Strasbourg vs Marseille di Ligue 1, 27 September 2025: Le Racing Siap Perpanjang Tren Positif di Meinau

Penurunan tersebut merupakan buah dari kerja bersama, sinergi dan kolaborasi Pentahelix yang melibatkan OPD, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.

"Dari 3 kecamatan yang saya kunjungi langsung, alhamdulillah tren semuanya penurunan stunting, hanya memang ada beberapa data yang perlu harus disinkronkan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wabup Intan mengatakan bahwa gerakan dan aksi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga harus digiatkan dan ditingkatkan lagi.

"Yang namanya stunting, ibu hamil KEK, penyakit-penyakit lain yang ada di Kabupaten Tangerang berawal dari PHBS yang tidak baik, tidak ada pola hidup bersih dan sehat," tandasnya.

Dia juga meminta kepada pihak kecamatan, Puskesmas, desa dan kelurahan serta para kader PKK dan Posyandu, untuk menggiatkan kembali kerja bakti bersih-bersih lingkungan dan secara rutin.

Ia juga meminta aparat desa hingga kecamatan untuk memberikan sosialiasi kepada masyarakat pentingnya menerapkan dan membiasakan PHBS. "PHBS itu harus terus diupayakan dan dibudayakan dalam keseharian," tegasnya.

Wabup Intan berharap, monitoring langsung ke kecamatan-kecamatan yang dilakukan akan didapat data yang benar-benar valid, baik itu tingkat penurunan Stunting, berapa banyak kasus yang masih muncul, sampai dengan hambatan-hambatan yang ditemui di lapangan.

Baca Juga: Pasar Lesu, Harga Emas Hari Ini Kembali Bergerak Turun

"Dari hasil monitoring ini, nanti akan kita himpun dan kita susun agar benar-benar singkron dan valid dan selanjutnya akan kita bahas bersama untuk merumuskan dan menetapkan langkah-langkah intervensi serta solusi sesuai dengan fakta di lapangan," tegasnya.

Wabup Intan juga terus mendorong kecamatan-kecamatan untuk melakukan terobosan kreatifitas dan inovasi dalam program P3S.

"Saya mohon kecamatan-kecamatan bisa lebih berkreasi dan berinovasi untuk percepatan penurunan Stunting di setiap wilayahnya," ujarnya.

Pemkab Tangerang, lanjut Wabup Intan, sudah membuat program mengintervensi ibu hamil dengan gizi kurang atau Kurang Energi Kronis (KEK).

Program tersebut adalah memberikan makanan bergizi selama 120 hari plus vitamin untuk anak-anak yang terindikasi gizi buruk dan mengintervensi selama 90 hari memberikan makanan bergizi dan juga vitamin untuk mengatasi Stunting.

Intervensi yang telah dilakukan tersebut harus terus dipantau secara berkala dan berkelanjutan terkait sejauh mana hasilnya dan dicatat betul apa saja hambatan yang ditemui di lapangan.

Baca Juga: Harga Rupiah Lagi Naik, Tapi Mobil Bekas Toyota Avanza Veloz 2021 ini Lagi Turun Harga, Kilometernya Low 72 Ribuan, Dijual Cuma Rp 9 Juta!

Menurut Wabup Intan, keakuratan data yang dimiliki merupakan sebuah dokumen penting dalam merumuskan dan menentukan kebijakan lanjutan yang lebih baik.

Waup Intan juga meminta kecamatan dan Puskesmas agar secara berkala memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para kader PKK dan Posyandu tentang gizi.

"Misalnya, bagaimana membuat menu makanan tambahan yang tidak hanya bergizi tapi juga enak dan menarik bagi anak-anak," ungkapnya.

Selain itu, ia meminta Puskesmas bisa lebih aktif terjun langsung kepada masyarakat bersama para kader untuk memberikan sosialisasi apa saja acuan yang harus dipegang tentang gizi.

Baca Juga: Mantap, Timnas Indonesia Panggil 28 Pemain Hadapi Laga Krusial Kualifikasi Piala Dunia

"Juga bagaimana membuat makanan tambahan sederhana dari bahan-bahan yang mudah didapat dan tersedia di sekitar lingkungan rumah," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.