Jakarta

BMKG Sebut Sesar Citarik Masih Aktif, Berpotensi Picu Gempa di Jabodetabek

Ainun Kusumaningrum | 24 Agustus 2025, 11:58 WIB
BMKG Sebut Sesar Citarik Masih Aktif, Berpotensi Picu Gempa di Jabodetabek

 

AKURAT JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Sesar Citarik yang memicu gempa bermagnitudo 4,7 di Karawang dan Bekasi, merupakan sesar aktif.

Sesar ini, yang telah aktif sejak jutaan tahun lalu, masih menyimpan potensi gempa di wilayah Jabodetabek hingga Sukabumi.

"Jalur sesar ini harus diperhitungkan dalam perencanaan pengembangan infrastruktur di Jabodetabek dan Sukabumi," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono, Sabtu (23/8).

Baca Juga: Gempa Guncang Bekasi hingga Terasa di Jakarta, Gubernur Pramono: Tak Ada Korban Jiwa dan Kerusakan Signifikan

Daryono menjelaskan, Sesar Citarik membentang dari Pelabuhan Ratu, Bogor, hingga Bekasi dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip).

Diq menambahkan, salah satu aktivitas sesar ini adalah gempa Bogor bermagnitudo 4,1 pada 10 April 2025 dengan kedalaman 5 km.

Bukti bahwa gempa tersebut bersifat tektonik, bukan vulkanik, terlihat dari karakteristik gelombang geser dan frekuensi tinggi dalam catatan seismik.

Baca Juga: Jangan Lupa! Hari Ini Rapper Amerika Melly Mike Bakal Meriahkan Festival Pacu Jalur 2025 di Kuansing Riau

Gempa Bogor saat itu menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga, terutama di kawasan dengan tanah lunak dan bangunan yang tidak tahan gempa.

Guncangan juga disertai suara dentuman dan gemuruh khas gempa dangkal.

"Kerusakan cukup terasa karena hiposenter gempa sangat dangkal, bangunan banyak yang belum memenuhi standar aman gempa, dan lokasi permukiman berada di atas tanah lepas. Faktor ini membuat gempa M 4,1 terasa lebih kuat," tutupnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.