Jakarta

Tidak Heran Jika Pasukan Iran Bersiaga Penuh di Selat Hormuz Jalur Vital Ekspor Minyak Dunia, Buntut Serangan Amerika

Ainun Kusumaningrum | 23 Juni 2025, 13:47 WIB
Tidak Heran Jika Pasukan Iran Bersiaga Penuh di Selat Hormuz Jalur Vital Ekspor Minyak Dunia, Buntut Serangan Amerika

AKURAT JAKARTA - Tidak heran jika pasukan Iran bersiaga penuh di Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia, usai serangan Amerika Serikat.

Serangan Amerika Serikat ke Iran bisa menjadi lonceng perang yang menyulut krisis regional menjadi konflik global.

Sehingga serangan tersebut, bukan hanya merupakan eskalasi militer.

Baca Juga: Prediksi Skor Iran vs Korea Utara di Kualifikasi Piala Dunia 2026, 10 Juni 2025: Tuan Rumah Siap Kunci Status Juara Grup

Sebab, kini Iran berada dalam posisi di mana balasan militer bukan sekadar kemungkinan, melainkan sebuah keniscayaan politik.

"Dalam doktrin strategisnya, serangan terhadap infrastruktur nuklir adalah deklarasi perang," kata Pengamat Timur Tengah dari Universitas Ibnu Chaldun dilansir dari Antara.

Menurut Ezza, kehadiran pangkalan-pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Yordania kini berubah menjadi sasaran potensial.

Baca Juga: Segera Berlangsung! Link Live Streaming Manchester City vs Al Ain di Piala Dunia Antarklub, 23 Juni 2025

Maka dari itu, Ezza mengaku tidak heran jika pasukan Iran bersiaga penuh di Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia.

Bila jalur tersebut ditutup, dia menilai bukan hanya Tel Aviv yang akan terbakar.

Namun, seluruh pasar global akan terguncang oleh lonjakan harga energi, inflasi, dan kepanikan finansial.

Di sisi lain, menurut dia, semua pihak juga tidak bisa menutup mata terhadap "arsitektur poros resistensi".

Julukan tersebut banyak diungkapkan analis mengacu pada sebuah tim yang mempertimbangkan dan merespons berbagai jenis tekanan.

Maka, tegas Ezza, kelompok Hizbullah di Lebanon, milisi Syiah di Irak dan Suriah, hingga kelompok Houthi di Yaman akan bersiap menjadi alat pukul Teheran untuk menyerang kepentingan Amerika dan Israel di berbagai posisi.

Dengan demikian, keterlibatan langsung AS terhadap Iran, terutama dengan serangan terhadap situs nuklir, nyaris menjamin eskalasi besar-besaran di Timur Tengah.

"Perang dunia bukan tidak mungkin, tetapi masih berada dalam kerangka skenario terburuk dan akan sangat bergantung pada langkah selanjutnya dari Rusia dan Tiongkok," tuturnya.

Meski begitu jika konflik tidak segera diredam, Ezza berpendapat rantai eskalasi bisa menjalar cepat, apalagi jika Iran betul-betul memblokir Hormuz dan menyerang pangkalan-pangkalan Negeri Paman Sam. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.