Jakarta

Kronologi Seorang Ibu di Pamulang Tangsel Meninggal Dunia Usai Antre Beli Gas 3 Kilogram Berjam-jam

Ainun Kusumaningrum | 4 Februari 2025, 09:48 WIB
Kronologi Seorang Ibu di Pamulang Tangsel Meninggal Dunia Usai Antre Beli Gas 3 Kilogram Berjam-jam

AKURAT JAKARTA - Begini kronologi seorang ibu di Pamulang Tangsel meninggal dunia usai antre beli gas 3 kilogram.

Diketahui kelangkaan gas elpiji 3 kg sedang ramai diperbincangkan hingga saat ini. Termasuk di Pamulang Tangsel.

Warga diharuskan membeli gas elpiji 3 kg di agen resmi, namun justru menimbulkan masalah baru.

Baca Juga: Hadiri 5P Kids Symposium di Roma, Arsjad Rasjid Komitmen Soal Masa Depan Anak-anak

Oleh karena gas elpiji 3 kg ini langka di warung-warung, warga harus banyak yang mengantri membeli di agen resmi.

Seorang ibu berinisial Y (62) meninggal dunia setelah kelelahan mengantre membeli gas elpiji 3 kg.

Kronologi Kejadian

Pada Senin, 3 Januari 2025, ibu berinisial Y seorang warga Pamulang Barat, Tangerang Selatan, seharian mengantre membeli gas elpiji 3 kg.

Baca Juga: Netizen Nilai Abidzar Arogan Usai Akui Tak Nonton Drakor dan Adaptasi Webtoon Business Proposal, Pihak Mananjemen Buka Suara

Dia berangkat dari rumah sekitar pukul 11.00 WIB dan berjalan kaki sekitar 500 meter menuju pangkalan gas dengan membawa 2 buah tabung gas.

Setelah berhasil mendapatkan gas, ia merasa lelah dan memutuskan untuk beristirahat di sebuah toko.

Namun, saat itu juga Y tiba-tiba jatuh pingsan dan meninggal dunia.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera membawa Y ke rumah sakit, namun memang kondisinya sudah meninggal dunia.

Kematian Y ini diduga disebabkan oleh kelelahan akibat mengantre dalam waktu yang lama.

Kondisi cuaca yang panas dan harus mengantri panjang di pangkalan gas dalam waktu yang lama diperkirakan memperparah kondisi kesehatannya

Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena mengungkap dampak buruk dari kelangkaan gas elpiji 3 kg.

Banyak masyarakat, terutama lansia, yang harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan gas, bahkan rela berjalan kaki jauh.

Kondisi ini sangat berisiko bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi fisik yang lemah. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.