Maesyal-Intan Kalahkan Paslon PDIP dalam Quick Count, Pengamat Nilai Ini Penyebabnya

AKURAT JAKARTA - Dalam hasil quick count Pilkada Kabupaten Tangerang, Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tangerang dari Partai PDIP, Mad Romli-Irvansyah gagal mengalahkan paslon nomor urut 2, Maesyal Rasyid-Intan Nurul Hikmah.
Diketahui, berdasarkan hasil akhir quick count dari Indikator Politik Indonesia, pasangan Maesyal-Intan unggul dengan perolehan suara sebesar 64,90%, disusul oleh Mad Romli-Irvansyah sebesar 31,19% dan Zulkarnain-Leru sebesar 3,91%.
Menanggapi hal tersebut, Akademisi UMT Tangerang, Memed Chumaidi menilai bahwa terdapat faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan kader PDIP gagal dalam kontestasi Pilkada ini.
Baca Juga: Usai Pengumuman Resmi Hasil Pilkada oleh KPU, Maesyal-Intan Akan Selenggarakan Silaturahmi Besar
Dari faktor internal, Memed menilai bahwa terdapat konsolidasi partai yang lemah antar kader dan pengurus PDIP yang membuat dukungan melemah di akar rumput
"Bahwa PDIP kabupaten tangerang minim koordinasi antar kader dan pengurus partai yang tidak optimal, yang menyebabkan dukungan akar rumput bisa melemah," ujar Memed kepada Akurat Jakarta, Sabtu (30/11/2024).
Selain itu, ia juga mengatakan, pilihan Irvansyah sebagai calon wakil bupati (cawabup) dari PDIP yang disandingkan Mad Romli tidak menguntungkan untuk meraih insentif elektoral.
Baca Juga: Fokus Lanjutkan Program APBD 2025, Maesyal-Intan Akan Maksimalkan Semua Program Sesuai Visi-Misinya
"Soliditas yang lemah malah justru menggerus suara pasangan mad romli dan irvansyah. Popularitas dan elektabilitas calon yang diusung tidak sesuai dengan harapan masyarakat Tangerang," sambungnya.
Kemudian dari faktor eksternal, ia menjelaskan bahwa lawan politiknya, Maesyal-Intan dengan basis massa yang lebih solid, strategi yang lebih baik, atau figur yang lebih dikenal sulit dikalahkan.
"Infrastruktur Maesyal dan Intan terbilang paling lengkap. Kualitas dan kompetensi pasangan Maesyal-Intan lebih mumpuni ketimbang pasangan lain," katanya.
Senada dengan Memed, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai, jika PDIP ingin bertahan di Kabupaten Tangerang, maka seharusnya mengusul kader yang kuat dan dikenal di akar rurmput.
"Yang terjadikan sebaliknya. Figur yang tidak kuat di akar rumput, popularitas elektabilitasnya rendah, dipaksakan. Ini kan sebenarnya salah PDI itu sendiri. Dia tidak bisa meng-hire, mengambil kader yang betul-betul punya militansi kuat di Kabupaten Tangerang," tutur Memed.
Ia pun curiga, hal ini diduga memang ada begal politik di atas. Para elit ini memaksakan untuk memberikan rekomendasi kepada sosok tertentu, karena dia merasa punya kekuasaan.
Kemudian, ia pun menyarankan seharusnya PDIP mencalonkan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDIP lainnya, Muhlis dan Kholid Ismail yang figur ketokohannya dan popularitas militansi di akar rumput kuat.
"Indikatornya apa? Ya mereka kan punya basis suara dengan perolehan ketika mencalonkan anggota DPRD kan? Itu kan jelas, ukurannya jelas. Ini kan sebaliknya. Ya bunuh diri politik itu sebenarnya dilakukan oleh PDI itu sendiri," katanya.
"Sudah gitu, dia berkoalisi dengan orang yang dalam tanda kutip, popularitas, elektabilitasnya, serta kualitasnya juga tidak memadai. Sempurna lah sudah itu. Kekalahan gitu kira-kira," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




