Jakarta

Maesyal-Intan Kalahkan Paslon PDIP dalam Quick Count, Pengamat Nilai Ini Penyebabnya

Yasmina Nuha | 30 November 2024, 23:37 WIB
Maesyal-Intan Kalahkan Paslon PDIP dalam Quick Count, Pengamat Nilai Ini Penyebabnya

 

AKURAT JAKARTA - Dalam hasil quick count Pilkada Kabupaten Tangerang, Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tangerang dari Partai PDIP, Mad Romli-Irvansyah gagal mengalahkan paslon nomor urut 2, Maesyal Rasyid-Intan Nurul Hikmah.

Diketahui, berdasarkan hasil akhir quick count dari Indikator Politik Indonesia, pasangan Maesyal-Intan unggul dengan perolehan suara sebesar 64,90%, disusul oleh Mad Romli-Irvansyah sebesar 31,19% dan Zulkarnain-Leru sebesar 3,91%.

Menanggapi hal tersebut, Akademisi UMT Tangerang, Memed Chumaidi menilai bahwa terdapat faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan kader PDIP gagal dalam kontestasi Pilkada ini.

Baca Juga: Usai Pengumuman Resmi Hasil Pilkada oleh KPU, Maesyal-Intan Akan Selenggarakan Silaturahmi Besar

Dari faktor internal, Memed menilai bahwa terdapat konsolidasi partai yang lemah antar kader dan pengurus PDIP yang membuat dukungan melemah di akar rumput

"Bahwa PDIP kabupaten tangerang minim koordinasi antar kader dan pengurus partai yang tidak optimal, yang menyebabkan dukungan akar rumput bisa melemah," ujar Memed kepada Akurat Jakarta, Sabtu (30/11/2024).

Selain itu, ia juga mengatakan, pilihan Irvansyah sebagai calon wakil bupati (cawabup) dari PDIP yang disandingkan Mad Romli tidak menguntungkan untuk meraih insentif elektoral.

Baca Juga: Fokus Lanjutkan Program APBD 2025, Maesyal-Intan Akan Maksimalkan Semua Program Sesuai Visi-Misinya

"Soliditas yang lemah malah justru menggerus suara pasangan mad romli dan irvansyah. Popularitas dan elektabilitas calon yang diusung tidak sesuai dengan harapan masyarakat Tangerang," sambungnya.

Kemudian dari faktor eksternal, ia menjelaskan bahwa lawan politiknya, Maesyal-Intan dengan basis massa yang lebih solid, strategi yang lebih baik, atau figur yang lebih dikenal sulit dikalahkan.

"Infrastruktur Maesyal dan Intan terbilang paling lengkap. Kualitas dan kompetensi pasangan Maesyal-Intan lebih mumpuni ketimbang pasangan lain," katanya.

Senada dengan Memed, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai, jika PDIP ingin bertahan di Kabupaten Tangerang, maka seharusnya mengusul kader yang kuat dan dikenal di akar rurmput.

"Yang terjadikan sebaliknya. Figur yang tidak kuat di akar rumput, popularitas elektabilitasnya rendah, dipaksakan. Ini kan sebenarnya salah PDI itu sendiri. Dia tidak bisa meng-hire, mengambil kader yang betul-betul punya militansi kuat di Kabupaten Tangerang," tutur Memed.

Ia pun curiga, hal ini diduga memang ada begal politik di atas. Para elit ini memaksakan untuk memberikan rekomendasi kepada sosok tertentu, karena dia merasa punya kekuasaan.

Kemudian, ia pun menyarankan seharusnya PDIP mencalonkan Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi PDIP lainnya, Muhlis dan Kholid Ismail yang figur ketokohannya dan popularitas militansi di akar rumput kuat.

"Indikatornya apa? Ya mereka kan punya basis suara dengan perolehan ketika mencalonkan anggota DPRD kan? Itu kan jelas, ukurannya jelas. Ini kan sebaliknya. Ya bunuh diri politik itu sebenarnya dilakukan oleh PDI itu sendiri," katanya.

"Sudah gitu, dia berkoalisi dengan orang yang dalam tanda kutip, popularitas, elektabilitasnya, serta kualitasnya juga tidak memadai. Sempurna lah sudah itu. Kekalahan gitu kira-kira," pungkasnya. (*)


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y