BMKG Pasang 39 Alat Pendeteksi Tsunami di Wilayah Megatrust Laut Banten dan Selat Sunda

AKURAT JAKARTA - Badan (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, pihaknya telah memasang alat pendeteksi tsunami di laut Banten dan Selat Sunda.
Pemasangan seismograf dan akselerograf untuk memberi peringatan dini gempa bumi megatrust yang berpotensi terjadinya tsunami besar.
BMKG memasang sirene ini juga sangat penting untuk evakuasi sebanyak 15, sebelumnya hanya dua.
Baca Juga: Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Rabu 28 Agustus 2024, Cek Informasi di Sini
"Tahun 2018 hanya 2, kemudian warning receiver system ini dipasang di BPBD kemudian di lokasi hotel, kemudian di industri itu sebanyak 81," ungkap Dwikorita dalam Rapat Kerja di Ruang Komisi V DPR, Selasa (27/8/2024).
Dwikorita mengatakan, pihaknya belum dapat memprediksi secara akurat kapan gempa bumi megatrust terjadi, namun potensi wilayahnya dapat diketahui.
BMKG saat ini baru dapat mendeteksi tsunami akibat dampak gempa bumi megatrust melalui alat pendeteksi yang telah dipasang.
Baca Juga: Cocok Aktifitas di Luar, Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawam Seharian
"Jadi mohon doanya, yang kami lakukan bukan prediksi, mohon izin kami tidak mampu melakukan prediksi, karena akurasinya masih sangat rendah. Kami memang lakukan itu, tapi akurasinya sangat rendah sehingga tidak kita publikasikan dan tidak kita pakai," katanya.
Dwikorita menambahkan, BMKG telah memasang alat seismograf di laut Banten dan Selat Sunda sebanyak 39 unit.
Alat akselerograf dipasang sebanyak 20 unit, dan alat pemantau tinggi laut atau automatic water level sebanyak 22 unit. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









