Film Bukan Hiburan Semata, Tapi Bisa Jadi Agen Perubahan Sosial, Penting Menonton Sesuai Usia

AKURAT JAKARTA - Lembaga Sensor Film Republik Indonesia komitmen memajukan budaya dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menonton sesuai usia.
Salah satunya dengan menggelar sosialisasi dengan tema “Memajukan Budaya, Menonton Sesuai Usia” di Hotel Artotel, Senayan, Jakarta, Rabu (7/8).
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak sosial dan budaya dari tayangan film terhadap berbagai kelompok usia, serta mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih tontonan.
Baca Juga: Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Kamis 8 Agustus 2024, Cek Informasi Lengkap di Sini
Wakil Ketua Lembaga Sensor Film Republik Indonesia, Ervan Ismail, menyampaikan bahwa memilah dan memilih film merupakan sesuatu yang penting.
“Dengan melakukan ini, kita dapat melindungi anak-anak dan remaja dari konten yang tidak sesuai dan berpotensi merusak perkembangan mereka,” ujarnya.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti Ketua Umum Forum Komunikasi Pembangunan Indonesia (FORKAPI), Plt. Kepala DISKOMINFOTIK DKI Jakarta, Komisi Penyiaran Indonesia DKI Jakarta, jajaran dosen dan mahasiswa perwakilan dari perguruan tinggi.
Baca Juga: Mancing Bawa Karung, Pulangnya Dituduh Curi Anak Bebek, Warga Pekalongan Tewas Dihajar Massa
Salah satu narasumber, Dr. David Rizar Nugroho, M.Si., Ketua Umum Forum Komunikasi Pembangunan Indonesia, menjelaskan perspektif perubahan sosial dalam karya sinema.
"Film tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai cerminan dan agen perubahan sosial dan berperan sebagai pendorong aksi sosial," ungkap David.
Noorca M Massardi anggota Lembaga Sensor Film Republik Indonesia menyampaikan bahwa LSF selalu berupaya memberikan kampanye untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya sensor mandiri dalam menonton film, serta dampak yang dapat ditimbulkan oleh konten yang tidak sesuai dengan usia penonton.
Tujuan utamanya adalah untuk mendidik masyarakat agar lebih bijak dalam memilih tontonan, serta memahami peran penting yang dimainkan oleh film dalam membentuk nilai-nilai sosial dan budaya.
Selain itu, acara ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif yang melibatkan partisipasi aktif dari para peserta. Dalam sesi ini, para peserta berdiskusi dan memberikan pertanyaan mengenai peran orang tua dan masyarakat dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam memilih tontonan yang sesuai dengan usia mereka.
Lembaga Sensor Film Republik Indonesia berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan edukatif serupa guna mendorong masyarakat untuk lebih bijak dan selektif dalam memilih tontonan.
Dengan demikian, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih positif dan mendukung perkembangan mental dan sosial anak-anak serta remaja. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





