Jakarta

Sadis! Ibu Tega Tusuk Anak Kandung Berusia 6 Tahun di Koja, Diduga Depresi Akibat Ditinggal Suami

Sastra Yudha | 19 Oktober 2023, 21:16 WIB
Sadis! Ibu Tega Tusuk Anak Kandung Berusia 6 Tahun di Koja, Diduga Depresi Akibat Ditinggal Suami

AKURAT JAKARTA - Depresi ditinggal suami, seorang ibu muda di Koja, Jakarta Utara, tega menusuk dan menyayat anak kandungnya yang berusia 6 tahun.

Peristiwa ibu tusuk anaknya sendiri ini terjadi pada Rabu, 18 Oktober 2023. Pelaku inisial J (30).

Beruntung, aksinya dipergoki warga sehingga nyawa anaknya dapat diselamatkan. Kini pelaku J telah diamankan pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Iverson Monossoh, menyampaikan bahwa aksi J dipergoki warga yang mendengar jerit kesakitan korban.

"Pelaku diamankan warga sekitar, kemudian warga melapor ke Polsek. Kini telah dilimpahkan ke PPA Polres," ungkap Iver Son, Kamis (19/10/2023).

Baca Juga: Wow! DC Comics Hadirkan Karakter Mirip Kru Topi Jerami dalam Komik Aquaman, Penggemar Terbelah?

Diduga, pelaku tega mencoba membunuh anaknya karena mengalami depresi berat, usai pisah ranjang dengan suaminya.

"Karena dia berpisah dengan suami sekian lama, jadi dia mengalami tekanan, depresi berat. Kemudian juga pisah ranjang dengan suami. Selama ini dia hanya berdua dengan anaknya," ungkap Iverson.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Asman Hadi, menambahkan bahwa pelaku menusuk anak kandungnya menggunakan pisau dapur.

Terdapat tiga luka tusukan dan sekitar empat luka sayatan di tubuh korban. Luka tusuk yang ke dalam mengenai bagian perut korban.

Baca Juga: Rizky Febian dan Mahalini Bakal Goyang Bekasi dalam Event Festival Musik Ekspectanica, Sabtu 21 Oktober 2023

"Di perut bagian belakang, ada beberapa guratan, kaya pisau tapi engga kena gitu. Ada banyak, tiga apa empat tarikan. Kalau luka tusuk ke dalamnya ada tiga," jelas Hadi.

Korban saat ini dirawat di RSUD Koja. Sedangkan pelaku dirujuk ke RS Polri Kramat Jati untuk diperiksa kejiwaannya.

"Kami lagi meminta dilakukan pemeriksaan secara psikiatrikum psikologi, karena ada dugaan dia mengalami depresi berat," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.