Siswa SMPN 132 Cengkareng Tewas Jatuh dari Gedung Sekolah Hendak Merokok, Terpeleset Saat Keluar Lewat Jendela

AKURAT JAKARTA - Teka-teki kematian D (15) mulai terkuak. Siswa kelas IX SMPN 132 di Cengakreng, Jakarta Barat ini ditemukan tewas tergeletak bersimbah darah di jalanan belakang sekolah.
Diduga, D tewas akibat terjatuh dari gedung sekolah. Peristiwa yang terjadi pada Senin (9/10/2023) ini menggegerkan lingkungan sekolah. Apalagi, peristiwa tragis itu terjadi saat jam istirahat atau sekitar pukul 09.45 WIB.
Banyak pihak yang mengaitkan peristiwa ini dengan kasus siswi SDN 06 Petukangan Utara, yang tewas juga terjatuh dari lantai 4 gedung sekolah. Kuat dugaan, siswi tersebut sengaja lompat atau bunuh diri, akibat tak tahan sering dibully.
Namun dalam kejadian di SMPN 132 Cengkareng, polisi menegaskan bahwa tak ada perundungan atau bully terhadap korban.
"Sampai sejauh ini dugaan bullying tidak ada, tidak ditemukan," kata Kapolsek Cengkareng, Kompol Hasoloan Situmorang, kepada wartawan pada Selasa (10/10/2023).
Kompol Hasoloan mengungkapkan, korban diduga terjatuh saat keluar kelas lewat jendela yang tak berterali. Korban keluar kelas saat jam istirahat, karena hendak merokok di tempat tersembunyi, bagian belakang gedung sekolah.
"Jadi, dia (korban) ini bertiga, habis dari bawah jajan, terus naik ke atas. Korban ini sama rekannya mau merokok di pojokan. Nah jendela itu ada di pojok kelas," ungkap Kapolsek.
Kapolsek menduga, korban D sengaja keluar kelas lewat jendela, karena tak ingin ketahuan guru atau siswa lain, saat hendak merokok saat jam istirahat.
Baca Juga: Ini Panduan Membeli Kaos Vintage yang Asli dan Berkualitas, Jangan Sampai Kena Tipu oleh yang Palsu!
Korban kemudian berdiri di atas pijakan di balik jendela sekolah tersebut. Namun nahas, korban diduga terpeleset dan jatuh dari lantai 4 gedung sekolah.
"Jadi berdasarkan keterangan rekan korban, saksi, dan kami temukan ada korek api di sekitar jatuhnya korban itu," katanya.
Hasoloan menegaskan, tidak ada kejanggalan pada kepribadian korban selama di sekolah. Korban dinilai aktif dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekolah.
"Seperti umumnya pelajar, tidak tertutup. Baik. Sosialisasi dengan rekannya juga baik," kata dia.
Kendati demikian, pihak kepolisian akan memintai keterangan orang tua korban, untuk mendalami karakter dan perilaku korban saat berada di rumah.
"Untuk keluarga korban akan kami periksa, karena masih dalam kondisi berduka kami masih butuh waktu," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





