Jakarta

Geger! Pria Mengaku Yesus Kristus Berondong Tembakan ke Gedung Putih, Inilah Tampang Nasire Best

M Rahman Akurat | 24 Mei 2026, 14:06 WIB
Geger! Pria Mengaku Yesus Kristus Berondong Tembakan ke Gedung Putih, Inilah Tampang Nasire Best
Petugas FBI mengamankan pelaku penembakan di Gedung Putih. Insert: Pelaku Nasire Best.

AKURAT JAKARTA - Tragedi penembakan kembali mengguncang jantung pemerintahan Amerika Serikat dengan menargetkan Presiden Amerika, Donald Trump.

Seorang pria nekat melepaskan tembakan di luar Gedung Putih, Washington D.C., pada Sabtu (23/5/2026) malam sekitar pukul 18.10 waktu setempat.

Pelaku yang diidentifikasi bernama Nasire Best (21), sempat membuat heboh karena mengklaim dirinya sebagai Yesus Kristus sang Juru Selamat.

Baca Juga: BYD Atto 2 Jadi Senjata Baru Segmen SUV Kompak, Usung Desain Dragon Face Elegan, Fitur Modern, dan Kenyamanan Fantastis

Kronologi Penembakan di Pos Pemeriksaan

Menurut laporan saksi mata dan sumber kepolisian, Best terlihat mondar-mandir di sepanjang jalan 17th St. Northwest sebelum melancarkan aksinya.

Secara tiba-tiba, ia mengeluarkan senjata jenis revolver dan melepaskan tembakan ke arah pos pemeriksaan Gedung Putih.

Petugas Secret Service yang berjaga langsung bertindak cepat dengan melepaskan tembakan balasan untuk melumpuhkan pelaku.

Akibat insiden ini, setidaknya satu orang di sekitar lokasi dilaporkan terkena tembakan dan mengalami luka serius.

Baca Juga: Prediksi Skor Napoli vs Udinese di Serie A, 24 Mei 2026: Partenopei Bidik Akhir Manis di Maradona

Pelaku Diduga Gangguan Mental

Meski penyelidikan masih berlangsung, beberapa sumber menyebutkan bahwa Nasire Best memiliki riwayat gangguan mental.

Diketahui, ini bukan pertama kalinya ia mendekati area terlarang tersebut. Best sebelumnya telah diperintahkan pengadilan untuk menjauh dari area Gedung Putih.

Ia dilaporkan sering berkeliaran di dekat pos masuk sebelum penyerangan terjadi. Kondisi Psikologis pelaku kerap meracau dan mengklaim identitas religius saat diamankan.

Direktur FBI, Kash Patel, melalui akun X miliknya mengonfirmasi bahwa pihaknya telah turun tangan. "FBI berada di lokasi kejadian untuk mendukung Dinas Rahasia dalam menanggapi penembakan di dekat halaman Gedung Putih," tulisnya.

====

Kesaksian Jurnalis di Lokasi Kejadian

Suara rentetan tembakan tersebut sempat memicu kepanikan massal, termasuk di kalangan awak media yang sedang bertugas.

Selina Wang, koresponden senior ABC, menceritakan momen mencekam saat dirinya harus berlindung.

"Terdengar seperti puluhan tembakan. Kami diperintahkan untuk segera berlari ke ruang konferensi pers untuk mengamankan diri," ujar Selina mengutip dari laman NY Post.

Baca Juga: Jakarta Darurat Begal: TNI Terjunkan Batalyon Tempur Bantu Polda Metro Jaya Amankan Ibu Kota

Secret Service pun dengan cepat menutup Gedung Putih dan menyuruh wartawan untuk berkumpul di halaman utara dan berlari ke ruang konferensi pers.

Sekitar setengah jam, penutupan akhirnya dicabut setelah Presiden Trump mengumumkan di Truth Social bahwa dia berada di Ruang Oval dan sedang mengerjakan kesepakatan perdamaian dengan Iran.

Riwayat Kejiwaan Pelaku

Best pernah ditangkap Secret Service. Ia kemudian dirawat di rumah sakit jiwa secara paksa pada 26 Juni 2025 karena menghalangi lalu lintas kendaraan di Jalan ke-15 dan Jalan E NW.

Ia juga pernah ditangkap lagi pada 10 Juli 2025 karena masuk tanpa izin. Saat itu, Best melewati pos pemeriksaan pejalan kaki Gedung Putih yang terlarang dengan berjalan melalui jalur pintu putar keluar.

Ketika polisi DC dan agen Secret Service menahannya, Best membuat pernyataan yang tidak masuk akal. "Ia mengaku sebagai Yesus Kristus dan ingin ditangkap," demikian catatan pengadilan.

Baca Juga: Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Everton di Premier League, 24 Mei 2026: The Lilywhites masih Terancam Degradasi hingga Pekan Terakhir!

Respon Para Politisi

Walaupun belum diketahui apakah penembakan itu mempunyai motif politik, para pemimpin dari kedua kubu menyuarakan kecaman terhadap kekerasan politik setelah insiden tersebut.

Peristiwa ini juga merupakan penembakan terbaru di dekat Presiden Trump dalam beberapa minggu terakhir.

Ketua DPR, Mike Johnson, menyampaikan terima kasih kepada Secret Service yang berhasil menangkap pelaku.

“Para agen Secret Service yang berani mengambil tindakan cepat dan tegas untuk melindungi Presiden Trump, dan doa kami menyertai para korban penembakan yang tidak masuk akal malam ini agar segera pulih,” ujarnya.

Senada dengan Mike Johnson, Anggota Kongres Cory Mills (R–FL) mengatakan bahwa tidak ada tempat untuk kekerasan politik di Amerika. "Setiap pemimpin harus mengutuknya tanpa ragu-ragu," tegasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.