Jakarta

Insiden Jalur Sembalun, Tim Gabungan Evakuasi Pendaki Belgia yang Alami Cedera di Gunung Rinjani

Yusuf Doank | 6 April 2026, 10:08 WIB
Insiden Jalur Sembalun, Tim Gabungan Evakuasi Pendaki Belgia yang Alami Cedera di Gunung Rinjani
Ilustrasi. Insiden Jalur Sembalun, Tim Gabungan Evakuasi Pendaki Belgia yang Alami Cedera di Gunung Rinjani

AKURAT JAKARTA – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan evakuasi terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Belgia yang mengalami kecelakaan di jalur pendakian Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Korban dilaporkan mengalami cedera serius pada pergelangan kaki saat melintasi jalur turun menuju Danau Segara Anak melalui rute Sembalun.

Langkah evakuasi melibatkan sinergi antara petugas TNGR, tim medis asuransi, serta dukungan dari pemandu (guide) dan porter di lapangan.

Baca Juga: Sedia Payung, Hujan Ringan Guyur Jakarta Selatan dan Timur pada Senin Sore

Koordinasi cepat dinilai menjadi kunci keberhasilan penyelamatan di tengah medan pendakian yang cukup menantang.

"Dengan semangat gotong royong, korban berinisial JMVA (25) berhasil dibawa ke shelter darurat di Pelawangan Sembalun untuk penanganan awal sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai," lata Kepala Pengendali Ekosistem Hutan Balai TNGR NTB, Budi Soesmardi, di Mataram, Minggu (5/4/2026).

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (4/4/2026) ketika korban sedang dalam perjalanan menuju area danau. Akibat cedera yang diderita, korban mengalami kesulitan berjalan secara mandiri.

Tim evakuasi segera bergerak menembus jalur setelah menerima informasi darurat dari pos pendakian terdekat.

Setelah berhasil diturunkan hingga ke Puskesmas Sembalun, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit di Kota Mataram guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Otoritas TNGR memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang terlibat atas dedikasi dan respons cepat dalam menjaga keselamatan pengunjung di kawasan konservasi tersebut.

Kecelakaan ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah jalur pendakian Gunung Rinjani resmi dibuka kembali pada 1 April 2026.

Sebelumnya, kawasan ini ditutup secara berkala selama periode Januari hingga Maret guna pemulihan ekosistem dan peningkatan fasilitas pendukung keselamatan bagi para pendaki.

Budi mengingatkan bahwa insiden ini menjadi alarm bagi seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, untuk selalu mengutamakan prosedur keselamatan.

"Kami mengimbau para pendaki untuk mempersiapkan kondisi fisik dan perlengkapan dengan matang. Tetaplah bijak dan saling peduli saat menikmati keindahan alam demi menjaga ekosistem Gunung Rinjani," tegasnya.

Pihak pengelola terus melakukan pemantauan ketat di sepanjang jalur pendakian guna memastikan standar keselamatan dipatuhi oleh seluruh pengunjung, terutama di titik-titik rawan kecelakaan yang berpotensi meningkat seiring dengan tingginya animo pendakian di awal musim pembukaan ini.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y