Pasien Tidak Jadi Mati Usai Ambulans Hantam Lubang Besar di Jalan Raya

AKURAT JAKARTA — Sebuah peristiwa medis yang langka dan mengejutkan dilaporkan terjadi di wilayah Uttar Pradesh, India, melibatkan
Seorang wanita berusia 50 tahun yang sempat dinyatakan mengalami mati otak, Vineeta Shukla secara tak terduga kembali bernapas dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Itu terjadi usai ambulans yang membawanya menghantam lubang besar di jalan raya.
Baca Juga: Hanya Hari Ini! Tarif Transjakarta Rp12, dalam Rangka Memperingati HUT ke-12, Simak Syaratnya!
Kejadian ini memicu diskusi luas mengenai akurasi diagnosis medis serta keajaiban di tengah situasi kritis.
Insiden bermula pada akhir Februari 2026, ketika Vineeta, yang merupakan seorang pegawai pengadilan di Pilibhit, mendadak pingsan di kediamannya.
Setelah dilarikan ke sebuah rumah sakit swasta di Bareilly, tim medis menyimpulkan bahwa pasien mengalami mati otak dengan tingkat kesadaran yang sangat rendah, yakni skor 3 dari 15 pada skala Glasgow.
Berdasarkan diagnosis tersebut, pihak keluarga diberitahu bahwa peluang hidup Vineeta sangat kecil, sehingga mereka memutuskan untuk membawa pulang pasien guna mempersiapkan prosesi pemakaman.
Namun, dalam perjalanan darat dari Pilibhit menuju Bareilly, sebuah insiden tak terduga terjadi saat ambulans yang membawa Vineeta menghantam lubang jalan dengan guncangan yang sangat hebat.
Guncangan keras tersebut justru memicu reaksi fisik mendadak pada tubuh pasien. Sang suami, Kuldeep Shukla, menyadari bahwa istrinya tiba-tiba mulai bernapas secara normal dan detak jantungnya kembali stabil.
Menyadari adanya perubahan tersebut, keluarga segera menginstruksikan sopir ambulans untuk berbalik arah menuju Rumah Sakit Neurocity di Pilibhit.
Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh spesialis bedah saraf, dr. Rakesh Singh, mengungkap fakta medis yang berbeda dari diagnosis awal.
Dokter menemukan adanya bekas gigitan pada kaki pasien yang diduga berasal dari ular atau serangga berbisa.
Racun neurotoksin yang masuk ke tubuh Vineeta disinyalir telah melumpuhkan sistem sarafnya, menyebabkan gejala yang sangat identik dengan mati otak, seperti pupil yang melebar dan hilangnya respons motorik secara total.
Menurut penjelasan medis, guncangan keras saat ambulans menghantam lubang jalan memberikan stimulan fisik mendadak yang mampu mengaktifkan kembali sistem saraf yang sebelumnya tertekan oleh racun.
Faktor utama penyelamat nyawa Vineeta adalah pemberian serum antitoksin yang tepat segera setelah ia kembali ke rumah sakit.
Setelah menjalani perawatan intensif selama dua pekan, pasien akhirnya diperbolehkan pulang dalam kondisi sadar sepenuhnya.
Peristiwa ini pun memicu sorotan tajam terhadap rumah sakit pertama di Bareilly yang dianggap terlalu terburu-buru dalam menetapkan vonis mati otak tanpa observasi yang lebih mendalam.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




