Sikap Presiden Prabowo yang Siap Pindahkan Ribuan Warga Gaza ke Indonesia Timbulkan Pro dan Kontra, Dituding Terjebak Skenario Donald Trump

AKURAT JAKARTA - Sikap Presiden Prabowo yang siap memindahkan ribuan warga Gaza, Palestina, ke Indonesia mendapat respon beragam dari warga Indonesia.
Ada yang setuju dan banyak pula yang tidak setuju. Bagi yang menolak rencana tersebut menyebut Presiden Probowo terjebak skenario Amerika dan Israel.
Presiden Amerika, Donald Trump, telah bersepakat dengan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, soal pengosongan Gaza dari warga Palestina.
Bahkan, jauh-jauh hari sekutu abadi zionis Israel ini sudah mengsusulkan agar sekitar 2 juta warga Gaza dipindahkan atau direlokasi ke sejumlah negara Islam, salah satunya Indonesia.
Usulan Trump itu disampaikan Steve Witkoff, salah satu tim transisi dan utusan khusus Trump untuk urusan Timur Tengah, sebagaimana dikutip dari NBC News pada Kamis 16 Januari 2025 lalu.
Dalam wawancara dengan NBC News, pria kepercayaan Trump tersebut mengatakan bahwa pihaknya sedang berencana untuk merelokasi 2 juta warga Gaza ke sejumlah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam.
"Di mana sekitar 2 juta warga Palestina dapat direlokasi untuk sementara Waktu? Indonesia, misalnya, merupakan salah satu negara yang sedang didiskusikan untuk mengetahui lokasi tujuan dari negara-negara tersebut," katanya kepada NBC News.
Namun NBC News mengatakan, gagasan relokasi warga Gaza ini sangat kontroversial. Karena rencana relokasi ini bisa menjadi langkah pertama Israel yang memaksa warga Gaza untuk meninggalkan tanah air mereka.
Para penolak wacana relokasi ini menduga, Presiden Prabowo tertekan dengan kebijakan dagang Trump yang mengenakan pajak impor sebesar 32 persen.
Sebagai salah satu bentuk negoisasi adalah dengan mengikuti kemauan Trump, salah satunya soal relokasi warga Gaza, Palestina, ini.
Salah satu pihak yang menolak rencana Presiden Prabowo tersebut adalah Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas.
Pria yang akrab disapa Buya Anwar ini menuturkan, rencana pengosongan Gaza dengan dalih relokasi adalah tipu muslihat Presiden Amerika, Donald Trump.
Bahkan, rencana tersebut sudah dimuat dalam proposal perdamaian di Timur Tengah yang disusun Trump dan Israel.
Namun, rencana tersebut ditentang sejumlah pihak, karena dinilai sebagai bagian dari tipu muslihat pendudukan Israel di Gaza.
"Pertanyaannya, untuk apa Indonesia ikut-ikutan mendukung rencana Israel dan Amerika tersebut? Bukankah Israel dan Donald Trump sudah menyampaikan keinginannya untuk mengosongkan Gaza?" kata Buya Anwar dalam keterangannya, Rabu (9/4/2025).
Menurut Buya Anwar, jika rencana tersebut terealisasi, Israel bisa lebih leluasa menduduki dan menguasai wilayah Gaza.
"Mereka leluasa menempatkan warga negaranya ke daerah yang mereka duduki sehingga dalam waktu tertentu Gaza akan menjadi bagian dari negara Israel Raya yang mereka cita-citakan," katanya.
"Penjajah itu punya seribu satu cara dan tipu daya. Untuk itu ,kita sebagai bangsa jangan pula sampai tertipu oleh mulut manis mereka," pungkasnya.
Sementara bagi yang setuju menilai, rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengevakuasi warga Gaza ke Indonesia adalah bentuk kemanusiaan.
Salah satu yang setuju dengan rencana Presiden Prabowo ini adalah Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana.
"Pertama adalah mungkin Presiden mau mengedepankan masalah kemanusiaan," katanya.
Hikmahanto menjelaskan, saat ini rumah sakit darurat di Gaza, Palestina, memiliki fasilitas yang sangat terbatas.
Selain itu, warga Gaza yang terluka juga berpotensi mendapat serangan balasan yang dilakukan Israel.
"Dugaan saya, mereka yang sakitnya cukup serius dan penanganannya butuh waktu yang lama dalam kondisi yang kondusif. Itu yang akan dibawa ke Indonesia," katanya.
Dia menjelaskan, syarat evakuasi warga ke Indonesia sudah disampaikan Presiden Prabowo, yaitu bersifat sementara.
Hikmahanto juga menepis anggapan bahwa rencana relokasi warga Gaza ke Indonesia merupakan siasat Amerika.
"Ini juga bukan dalam rangka memenuhi keinginan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump agar semua warga Gaza harus dipindahkan ke Indonesia," katanya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengaku siap mengevakuasi warga Gaza ke Indonesia. Bahkan, Pemerintah Indonesia siap mengirimkan pesawat untuk proses evakuasi warga Gaza.
"Kami siap evakuasi mereka yang luka-luka, mereka yang kena trauma, anak-anak yatim piatu siapa pun boleh," kata Prabowo dalam keterangan pers dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (9/4/2025).
"Pemerintah Palestina dan pihak-pihak terkait di situ mereka ingin dievakuasi ke Indonesia. Kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk angkut mereka, kita perkirakan mungkin jumlahnya 1.000 untuk gelombang pertama," lanjutnya.
Baca Juga: Legislator Golkar Farah Savira Minta Pemprov DKI Jakarta Antisipasi Lonjakan Pendatang Baru
Prabowo mengatakan, evakuasi tersebut bisa terlaksana jika semua pihak terkait, terutama pemerintah Indonesia dan Palestina, telah menyetujui.
Prabowo menekankan evakuasi warga Gaza ke Indonesia hanya bersifat sementara. Jika kondisi Gaza sudah memungkinkan, maka warga yang dievakuasi harus kembali tempat asal.
"Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua mereka di sini hanya sementara sampai pulih sehat Kembali. Pada saat mereka pulih dan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan mereka harus kembali ke daerah mereka asal," ujarnya.
Prabowo menekankan bantuan ini merupakan bentuk komitmen Indonesia mendukung Palestina. Oleh karena itu, dalam lawatannya ke sejumlah negara di Timur Tengah, Prabowo juga akan berkonsultasi dengan para pemimpin negara tersebut.
"Ini sesuatu yang rumit, yang tidak ringan. Tapi komitmen RI dalam mendukung keselamatan rakyat Palestina mendukung kemerdekaan Palestina saya kira mendorong pemerintah Indonesia untuk berperan lebih aktif," tegas Prabowo. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







