Jakarta

Duh Gusti, Petasan Ukuran 8 Kilogram Meledak, Jempol Seorang Pemuda Putus

Ainun Kusumaningrum | 1 April 2025, 16:15 WIB
Duh Gusti, Petasan Ukuran 8 Kilogram Meledak, Jempol Seorang Pemuda Putus

AKURAT JAKARTA – Dua orang luka parah dan harus kehilangan jempol karena putus usai petasan berukuran 8 kilogram meledak.

Peristiwa nahas itu menimpa warga Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

Kedua korban inisial IR (25) dan IG (23) yang langsung mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Provinsi NTB.

Baca Juga: Fraksi Golkar Dukung Pembenahan Kali Ciliwung, Penambahan KJP Plus dan Perluasan Rute TransJakarta

Kasi Humas Polres Lombok Tengah Iptu Lalu Brata Kusnadi membenarkan kejadian Senin sore atau pukul 16.00 WITA tersebut.

Krobologi kejadian berawal ketika IR dan IG membawa sisa petasan berukuran 8 kilogram yang belum diledakkan pada malam Hari Raya Idul Fitri ke pinggir kali tidak jauh dari rumahnya.

Setelah tiba di pinggir kali, keduanya langsung membakar sumbu petasan. Namun berkali-kali dibakar tidak kunjung meledak.

Baca Juga: Hari Kedua Lebaran 2025, Monas Telah Dikunjungi Lebih dari 4.445 Pengunjung

Hingga akhirnya kedua korban membawa petasan tersebut ke rumah AR untuk mengecek penyebab petasan tersebut tidak meledak.

Setelah diotak-atik, petasan tersebut tiba-tiba meledak. Ledakan petasan mengakibatkan korban terpental.

Korban IR mengalami luka parah dengan ibu jari dan telunjuk tangan kirinya putus, serta luka serius pada bagian kaki dan wajahnya.

Baca Juga: Kuping Gajah Wajib Jadi Hidangan Kue Lebaran, Berikut Bahan dan Cara Bikin

Sedangkan korban IG menderita luka pada kaki kiri dan kanan, kemudian masyarakat yang mendengar ledakan tersebut langsung mengecek ke lokasi.

Warga melihat korban dalam kondisi bersimbah darah atau telah terkapar.

Selanjutnya, warga membawa korban rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Polisi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan petasan, mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan, terutama menjelang perayaan-perayaan besar yang sering diwarnai dengan penggunaan bahan peledak rakitan.

“Petasan yang meledak itu, informasi diduga dirakit sendiri oleh korban,” ungkap polisi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.