Ratusan Motor Milik Driver Ojol di Kendari Mogok Usai Isi Pertalite, Diduga Bensin Oplosan

AKURAT JAKARTA - Viral di Kendari, puluhan driver ojek online melapor ke kantor polisi pada Selasa malam (4/3) usai mengisi bahan bakar minyak Pertalite yang diduga telah dioplos.
Melansir akun TikTok @editingchannel31, para driver terlihat sibuk menguras habis tangki bensin mereka dan membuang bensin ke jalan.
Menurut keterangan mereka, bensin tersebut terlihat seperti dioplos dengan minyak oli dan berbau menyengat seperti tinner.
"Diisi pertalite mogok semua, bayangkan dikuras habis, gara-gara oplosan," kata salah satu driver ojol dalam rekaman video.
Adapun menurut informasi yang beredar, setidaknya ada 100 kendaraan yang mengeluhkan masalah yang sama.
Para driver kemudian meminta kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki BBM di SPBU Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kendati demikian, polisi menyebut tak bisa menindak laporan tersebut tanpa adanya uji lab.
Baca Juga: Ditengah Isu Blending Minyak Pertamina, Netizen Justru Soroti Aksi DPR RI Gelar Sidak ke SPBU Shell
Sementara itu, Pertamina Region masih belum menanggapi kejadian ini.
Namun menurut penelusuran Tim Akurat Jakarta di linimasa, Pertamina telah melakukan pengujian terhadap bensin Pertalite yang diduga oplosan.
"Pengujian pertalite oplosan," tulis akun @penampunganvideo_.
Baca Juga: Pertamina Bantah Tuduhan Jual BBM Oplosan Pertalite Jadi Pertamax
Bahkan Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Jabar Aljufri berencana akan segera memanggil pihak pertamina Patra Niaga Kendari untuk melakukan klarifikasi atas kejadian yang viral di media sosial.
"Senin depan kami akan panggil Pertamina Patra Niaga untuk mengklarifikasi terkait hal pertamina oplosan yang viral," tutur jabar.
Ia juga menambahkan bahwa DPRD akan mewakili masyarakat dan mencari jalan keluar untuk itu.
"Kita tahu pertamina ini sedang tidak baik-baik saja terkait isu nasional, korupsi besar-besaran di Pertamina. Akan tetapi kita tidak menduga masalah pertamina oplosan sampai di Kota Kendari. Terlebih lagi masalah ini yang rasakan itu para pelaku UKM dan teman-teman ojol," katanya lagi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








