Jakarta

Kejamnya Knetz Terhadap Korban Selamat Dalam Tragedi Besar, Dihujat dan Dituduh Menyelamatkan Diri

Titania Isnaenin | 3 Januari 2025, 20:41 WIB
Kejamnya Knetz Terhadap Korban Selamat Dalam Tragedi Besar, Dihujat dan Dituduh Menyelamatkan Diri

 

AKURAT JAKARTA - Jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik Jeju Air pada 29 Desember 2024 lalu mengingatkan netizen atas tragedi Itaewon 2022 silam.

Tragedi tewasnya 156 orang dan 172 luka-luka di gang sempit dekat Hamilton Hotel pada saat pesta Halloween 29 Oktober itu menjadi perayaan terbesar di wilayah distrik Itaewon pada saat pandemi Covid-19.

Melansir Koreaboo, pesta Halloween di pusat Itaewon tersebut dihadiri sekitar 100.000 orang.

Dimana saat kejadian, polisi menerima aduan ratusan orang hilang akibat insiden tersebut. 

Adapun penyebab pasti tragedi Itaewon hingga kini masih menjadi perdebatan warganet.

Banyak yang menuturkan bahwa dalam perayaan Halloween tersebut dihadiri selebritis yang tak teridentifikasi.

Hingga rumor permen yang mengandung narkoba yang didistribusikan di klub.

Baca Juga: Dihujat Karena Selamat Dari Kecelakaan Pesawat Jeju Air, Dua Awak Kabin Dipaksa Bunuh Diri oleh Knetz Sebagai Bentuk Kompensasi

Namun sejauh ini, penyebab pasti dari kejadian tersebut masih belum diketahui.

Henti jantung menjadi penyebab utama adanya kematian besar-besaran secara mendadak.

Dari laman AFP menuturkan, petugas medis perlu memberikan pertolongan pertama dengan CPR dibantu warga sekitar.

Kendati demikian, banyaknya massa yang memadati lokasi, membuat akses evakuasi menjadi sulit.

Kejadian besar Korea Selatan di sorot Netizen

Dibalik Tragedi besar Korea Selatan mulai dari tragedi kapal Sewol pada tahun 2014, tragedi pesta Halloween Itaewon, dan kini pesawat Jeju Air warganet Korea Selatan justru memandangnya dari sisi lain.

Warganet Korea atau dikenal sebagai Knetz justru menghujat beberapa korban selamat.

Seperti tragedi Itaewon dan kini menyusul kecelakaan pesawat Jeju Air.

Dimana seorang remaja bernama Lee Jaehyun berhasil selamat, namun ia justru menghadapi serangan berat berupa komentar negatif di dunia maya.

Baca Juga: Pemilik Usaha Rental Tewas Usai Ditembak Pelaku Sindikat Pencurian Mobil

Komentar-komentar tersebut perlahan mengikis ketenangannya, yang akhirnya mendorongnya untuk mengakhiri hidupnya pada 12 Desember 2022.

Lee Jaehyun, yang berusia 16 tahun pada saat itu mengunjungi Itaewon bersama teman-temannya.

Akan tetapi hanya dia yang berhasil selamat dan menjadi sasaran bullying di media sosial.

Menurut laporan Naver, ibu kandung Jaehyun mengungkapkan bahwa putranya itu mengalami hujatan selama 43 hari.

Ditengah tekanan dan emosional, Jaehyun berusaha meluruskan stigma negatif yang terus dilontarkan oleh netizen.

Beberapa orang bahkan menuduhnya pergi ke Itaewon hanya untuk mencari perhatian atau menggunakan narkoba.

Dihujat karena Dituduh Menyelamatkan Diri

Dalam sebuah narasi yang diunggah di media sosial Facebook USS Missouri Rebuild menjelaskan bahwa Korea Selatan saat ini menjadi salah satu negara dengan tingkat kasus bullying tertinggi di Dunia.

Para warganet kerap menyalahkan korban selamat dalam insiden besar, dan menuduh mereka menyelamatkan diri.

Seperti halnya insiden jatuhnya pesawat Jeju Air dimana korban selamat yang merupakan awak kabin dituduh melakukan penyelamatan diri dan mengabaikan penumpang lain.

Knetz bahkan meminta korban yang berinisial Koo dan Lee untuk melakukan bunuh diri sebagai bentuk kompensasi dari tewasnya korban pesawat Jeju Air.(*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.