Jakarta

Mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae In Ditetapkan Jadi Tersangka, Motifnya Karena Carikan Mantu Pekerjaan

Titania Isnaenin | 2 September 2024, 19:46 WIB
Mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae In Ditetapkan Jadi Tersangka, Motifnya Karena Carikan Mantu Pekerjaan

AKURAT JAKARTA - Mantan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In ditetapkan menjadi tersangka.

Moon Jae In (71) dijerat atas dugaan kasus suap usai dicurigai menyalahgunakan jabatannya sebagai Presiden untuk menantunya Seo.

Laporan ini kemudian membuat pihak berwenang melayangkan surat penggeledahan kepada Moon yang ditujukan dirumah anaknya Moon Da Hye.

Baca Juga: Duet All Indonesian Final, Cabor Bulu Tangkis Pastikan Bawa Pulang Satu Medali Emas dan Satu Medali Perak di Paralimpiade Paris 2024

 

Melansir dari Straits Time, menantu Moon Jae In yang bernama Seo mendapat pekerjaan di posisi strategis di perusahaan maskapai Eastar Jet.

Perusahaan yang dimiliki oleh anggota parlemen bernama Lee Sang Jik ini diduga memberikan posisi itu sebagai hibah berkat perusahaannya memiliki posisi penting dalam pemerintahan Moon Jae In.

Hubungan antara Lee Sang Jik dengan Seo kala itu begitu kuat sehingga memunculkan banyak kecurigaan.

Baca Juga: Pecahkan Sejarah Baru, Tim Boccia Indonesia Berhasil Bawa Pulang Tiga Medali di Paralimpiade Paris 2024

Itu bermula saat Lee Sang Jik ditunjuk sebagai kepala Badan UKM dan Perusahaan Rintisan Korea atau Kosme oleh Moon.

Yang berkebetulan menantu Seo diangkat untuk menduduki posisi yang gemilang diperusahaan Lee Sang Jik.

Kecurigaan ini akhirnya membuat Partai Kekuatan Rakyat (PPP) menaruh curiga besar hingga akhirnya membuat laporan pengaduan.

Baca Juga: Bukti Sudah Lengkap, Kemenkes Bersama Polda Jateng Akan Tindak Lanjuti Kasus Perundungan Dokter Aulia Risma

 

Dalam rentang waktu September 2020 hingga April 2021, PPP yang kini menjadi partai yang berkuasa mengajukan empat pengaduan dengan tuduhan adanya dugaan praktik quid pro quo.

Ringkasan Kronologi

Menurut informasi, Lee Sang Jik diangkat menjadi presiden Kosme pada Maret 2018.

Pengangkatan itu terjadi beberapa bulan sebelum Seo diangkat menjadi direktur eksekutif di perusahaan Thai Eastar Jet yang merupakan maskapai penerbangan kelas rendah.

Pada saat itu, perusahaan Lee sedang mengalami kemerosotan dukungan finansial.

Ditambah dengan kurangnya pengalaman Seo di dunia penerbangan membuat warga Korsel curiga.

Jaksa mencurigai adanya dukungan kepresidenan terkait pengangkatan Lee Sang Jik dengan Seo di Eastar Jet.

Dimana kemungkinan rencana itu telah disepakati akhir tahun 2017 di pertemuan informal kesekertariatan presiden.

Baca Juga: Kemenkes Temukan Bukti Adanya Dugaan Pungutan Non Akademik yang Harus Disetorkan Aulia Risma, Nilainya Puluhan Juta Per Bulan

Kejaksaan Korea Selatan juga mencurigai adanya dukungan finansial Moon dan istrinya kepada anaknya saat itu yang masih menjadi istri Seo.

Kemudian dukungan finansial itu berhenti setelah pengangkatan Seo di Thai Eastar Jet.

Dengan kata lain, jaksa menganggap bahwa gaji, tunjangan, dan fasilitas lain yang didapatkan dari jabatan Seo sebagai direktur eksekutif adalah bentuk suap yang dilakukan Lee Sang Jik kepada Moon.

Jaksa memperkirakan gaji Seo dan biaya relokasi ke Thailand memiliki jumlah fantastis yakni sekitar 223 juta Won, atau setara Rp 2,5 miliar, selama bulan Juli 2018 Hingga April 2020.(*)

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.