Songsong Indonesia Emas, PB HMI Dorong Optimalisasi Sektor Perindustrian dan Perdagangan Indonesia

AKURAT.CO Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) kembali menggelar Forum Guntur (Gerakan untuk Rakyat) dengan mengusung tema tentang "Prospek Industrialisasi Menuju Era Indonesia EMAS 2045."
Hadir sebagai pembicara, Sekretaris Jenderal PB HMI periode 2024-2026 M Jusrianto, Ketua Tim Kerja Program, Evaluasi dan Pelaporan Direktorat Industri Logam Eko Yulianto Widodo, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perindustrian Bobby Gafur Umar, dan akademisi Universitas Paramadina Tatok D. Sudiarto.
Dalam mengawali diskusi tersebut, Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan PB HMI Viary Muchlas Mubarak selaku penanggung jawab kajian menyatakan bahwa prospek kebijakan industrialisasi dan perdagangan Indonesia mesti jadi atensi bersama semua pihak.
Baca Juga: Waspada, Diprediksi Kasus DBD di Jakarta Meningkat pada April 2024, Kenali Gejalanya di Sini
"Terlebih ketika hal itu dikontekstualisasikan dengan upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Harapan besar kita tentu saja, seluruh potensi yang ada pada kedua sektor ini dapat dikelola secara optimal, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional di masa mendatang," katanya di Sekretariat PB HMI, Jumat (22/3).
Pria yang akrab disapa Aden itu juga menyoroti potensi pengembangan UMKM tanah air yang sayangnya belum maksimal digaungkan di level pasar internasional.
"Kita punya peluang ekonomi yang besar pada sektor industri ekonomi kreatif dan UMKM. Namun, kendala utama ada pada ketidakmampuan menaikkan level ke skala internasional sehingga terhubung dengan pasar global. Ini harus jadi perhatian bersama jika ingin memajukan ekonomi nasional kita," ujarnya.
Baca Juga: Jam Berapa Buka Puasa di Wilayah Jakarta? Cek Jadwal Hari Ini Minggu 24 Maret 2024
Sementara, beberapa narasumber yang turut hadir dalam diskusi itu memberikan pandangan sesuai keahliannya masing-masing.
Eko Yulianto, misalnya, berusaha menyoroti tentang pentingnya kebijakan hilirisasi industri di Indonesia. Itu dimulai dari memperkuat rantai pasok material Industri manufaktur dalam negeri hingga bagaimana menciptakan iklim usaha yang kondusif agar bisnis bisa berjalan baik.
"Berikutnya, perlu mendorong riset dan penciptaan inovasi teknologi baru untuk penguasaan dan penciptaan teknologi yang lebih efisien, sinergi, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dan pengembangan jasa industri untuk mendukung kebijakan industrialisasi berbasis hilirisasi industri," terangnya.
Baca Juga: Konser Michael Guang Liang Live in Jakarta Pada 30-31 Maret 2024, Berikut Rundown Acaranya
Hal berikutnya yang menurut Eko penting untuk dicermati ialah bagaimana memperbanyak infrastruktur dan kapasitas energi yang menggunakan energi baru terbarukan.
Berikutnya menurut Bobby, ada sejumlah sektor industri tanah air yang memiliki kontribusi besar terhadap PDB (Produk Domestik Bruto).
"Adapun sektor-sektor tersebut meliputi Sektor Manufaktur Strategis dengan kontribusi 19% terhadap PDB, disusul Jasa Keuangan dengan kontribusi 4% terhadap PDB dan sektor Pariwisata, sektor Ekonomi Kreatif yang menyumbang 10% dari GDP dan UMKM dengan kontribusi 60% terhadap PDB atau yang terbesar," katanya.
Bobby juga menyinggung soal tantangan besar adopsi industri 4.0 di Indonesia. Kurangnya talenta digital, integrasi IT yang tidak memadai serta business case yang kurang jelas menjadi masalah utamanya.
"Harapan kita tentu ada pada kader HMI sebagai organisasi besar dengan sebaran SDM yang luar biasa mampu menjawab tantangan ini ke depan," tandasn.
Terakhir, Tatok menilai sejumlah isu strategis yang patut didiskusikan lebih dalam mengenai prospek industrialisasi Indonesia ialah tentang strategy battle between state and corporation (R&D) dan natural resources based vs human innovative based.
"Tentang sumber daya berbasis alam dan berbasis inovasi manusia, misalnya. Keduanya merupakan isu startegis yang harus dibijaksanai dengan tepat. Menimbang, tantangan ke depan yang cukup nyata mengenai hal ini," ujarnya.
Di samping itu, komitmen dan konsistensi kemauan politik para penguasa untuk mendorong industrialisasi tanah air juga menjadi penting. Termasuk, juga program pembanunan manusianya, investasi di bidang teknologi hingga mendorong UKM ke level internasional.
Diketahui, Forum Guntur merupakan sebuah wadah diskusi intelektual PB HMI periode 2024-2026 yang fokus membahas beragam topik hangat berkaitan dengan permasalahan dan kebijakan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






