Jakarta

Mitologi Legenda Nyi Mas Melati dan Asal Usul Kampung Rawa Bokor di Perbatasan Jakarta dengan Tangerang

Tiara Juliyanti Putri | 7 Februari 2024, 22:39 WIB
Mitologi Legenda Nyi Mas Melati dan Asal Usul Kampung Rawa Bokor di Perbatasan Jakarta dengan Tangerang

AKURAT JAKARTA - Kampung Rawa Bokor merupakan daerah perbatasan antara Kota Jakarta dan Tangerang. 

Meski masuk dalam wilayah Tangerang, Rawa Bokor berada di sekitaran wilayah Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Tepatnya, Kampung Rawa Bokor berada di Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Rawa Bokor menjadi satu tempat yang ramai bila dibandingkan dengan daerah lainnya yang berada di sekitaran bandara.

Baca Juga: Resep Sate Kere Khas Solo: Bukan dari Daging atau Ayam, Makanan Orang Susah yang Disukai Banyak Orang Karena Rasanya Lezat 

Berikut asal usul dan mitologi yang ada di Kampung Rawa Bokor dilansir Akurat Jakarta dari akun Facebook @About Tangerang.

Muncul sebuah bokor (Cawan atau mangkuk) yang berwarna emas kencana di sebuah rawa.

"Dulu disini ada rawa, pada suatu ketika di tengah rawa itu muncul bokor emas,” kata Ketua RT 04/01 Rawa Bokor.

Menurut Burhanudin, munculnya Bokor Emas itu di tengah rawa merupakan hasil pertapaan Nyi Mas Melati.

"Cerita orang terdahulu yang saya tahu, Nyi Mas Melati dapat terbang dan suatu saat mendatangi rawa itu," ucapnya.

"Ketika ia mendekat (Nyimas Melati), muncul bokor emas kencana,”ujarnya.

Dengan beredarnya kabar munculnya Bokor di Rawa itu, sehingga daerah tersebut diberi nama Rawa Bokor.

Baca Juga: Warga Cilacap Buruan Daftar! Ada Cosplay Competition di Havana Hills, Hadiahnya Jutaan rupiah, Catat Tanggal Pelaksanaannya 

Kabar sudah menyebar kemana-mana, jadi dikenalnya daerah ini Rawa Bokor,” katanya.

Ia menceritakan, Bokor tersebut masih suka menampakkan wujudnya dengan memancarkan cahaya pada malam hari.

Cahaya itu bersinar dengan terang dan bersumber dari tengah-tengah Rawa.

"Dulu sempat seseorang pemuda yang sedang berkendara melihat bokor itu di tengah rawa,"

"Tidak jauh dari Kantor Kelurahan Benda. Karena terkejut dan penasaran, ia sampai terjatuh dari motornya,” tuturnya.

Kini, sebagian besar Rawa yang dahulunya terlihat wujud Bokor yang dimaksud telah berubah menjadi Perumahan.

Bukan hanya perumahan warga saja, tempat ini bahkan di tempat ini sudah berdiri Kantor Kelurahan Benda.

Sementara Rawa hanya tersisa sekitar 60 meter persegi, persisnya disebelah Kantor Kelurahan Benda. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.