Jakarta

Masjid Ali Irak yang Megah, Dibangun Rp 600 Triliun, 100 Ton Kristal, 46 Ton Emas dan 5627 Meter Karpet Tenun

Ainun Kusumaningrum | 12 Desember 2023, 15:44 WIB
Masjid Ali Irak yang Megah, Dibangun Rp 600 Triliun, 100 Ton Kristal, 46 Ton Emas dan 5627 Meter Karpet Tenun

AKURAT JAKARTA - Masjid Ali di Irak sangat megah dengan dana pembangunannya Rp 600 triliun. Arsitektur masjid ini sangat mengagumkan.

Video kemewahan Masjid Ali Irak saat ini viral di media sosial, dibagikan di grup Whatsapp.

"Inilah masjid Ali yg ada di iraq dibangun dengan menghabiskan dana $40,000,000,000 (empat puluh milyad dollar) setara dengan 600 triliun rupiah kalau di kurs 15000 per dollar amerika,"

Baca Juga: Jadi Modal Benahi Jakarta, Rekam Jejak Bang Zaki Memuaskan: Dirikan 4 RSUD di Kabupaten Tangerang, Salah Satunya Punya Fasilitas Bedah Jantung Terbuka

"Dibangun dengan exterior kristal sebanyak 100 ton,emas 46 ton,dan karpet tenun terbesar di dunia 5627 metr,begitu megahnya masjid ini."

Narasi video berbahasa Inggris itu menggambarkan kemewahan Masjid. "Kamu tidak akan percaya, ketika mata Anda melihat ini menakjubkan."

"Keajaiban arsitektur yang pernah Anda dengar, masjid paling mewah di dunia, itu tidak lain adalah Masjid Agung Ali."

Baca Juga: JANGAN LUPA HARI INI Debat Capres-Cawapres 2024, Berikut Link Live Streaming, Tema dan Info Waktu

Pembangunan masjid yang menakjubkan ini membutuhkan tim khusus yang terdiri dari 1.200 pekerja.

Dikutip dari situs anugerah kubah, Masjid Ali adalah sebutan lain dari Kuil Suci atau Maosoleum (Pemakaman) Imam Ali, terletak di Najaf Irak.

Tempat ini merupakan sebuah tempat suci bagi kaum Muslim Syi’ah. Ali Bin Abi Thalib merupakan sepupu dari Nabi Muhammad SAW.

Juga Imam Pertama (menurut kepercayaan Syi’ah), sekaligus Khalifah (Sahabat) Rasulullah SAW.  

Baca Juga: Keciduk Salahgunakan Narkoba dan Minuman Alkohol, Club Kode Jakarta Ditutup Satpol PP DKI, Jadi Peringatan Tegas

Ali bin Abi Tholib dimakamkan di Maosoleum bersama dengan makam yang dipercaya adalah makam Nabi Adam A.S dan Nabi Nuh A.S.

Sebagai sebuah tempat paling suci menurut ajaran Syi’ah, setiap tahunnya jutaan peziarah datang untuk mengenang jasa, sekaligus sebagai penghormatan.

Di komplek Maosoleum, sebuah masjid dengan kubah emas yang sangat megah berdiri dengan nama yang sama yaitu Masjid Ali.

Sejarah Pembangunan Masjid Ali

Masjid Ali pertama kali dibangun oleh Buyid Shahanshah, Adud Al-Dawla, pada tahun 977 di sekitar makam Ali Bin Abi Thalib. 

Pada saat peperangan Irak memuncak, komplek ini hancur lebur terbakar. Pada masa Seljuk Malik Shah I tahun 1086 komplek ini dibangun kembali. 

Baca Juga: 9 Tips Hemat Nonton Konser Artis Internasional di Indonesia, Dijamin Tak Memberatkan Kantong

Lalu renovasi dilakukan kembali oleh Safavid Shah Ismail  I pada tahun 1500-an.

Selama pemberontakan Irak pada Maret 1991, tepatnya setelah Perang Teluk Persia. 

Pasukan Republik Saddam Hussein merusak tempat suci tersebut, dimana anggota opsisi Syiah terpojok.

Baca Juga: 6 Starter Pack yang Wajib Dibawa Saat Nonton Konser, Biar Have Fun dan Enjoy

Dalam penyerbuan tersebut terjadi tragedi yang mengenaskan, dimana hampir seluruh penghuni Maosoleum (terutama Kaum Syi’ah) dibantai keseluruhan tanpa ampun.

Baca Juga: Keciduk Salahgunakan Narkoba dan Minuman Alkohol, Club Kode Jakarta Ditutup Satpol PP DKI, Jadi Peringatan Tegas

Setelah insiden tersebut, tempat suci itu ditutup selama 2 tahun, untuk perbaikan.

Saddam Hussein pun juga turut mendeportasi sejumlah besar penduduk daerah sekitar komplek ke berbagai negara tetangga.

Baca Juga: Keciduk Salahgunakan Narkoba dan Minuman Alkohol, Club Kode Jakarta Ditutup Satpol PP DKI, Jadi Peringatan Tegas

Disclaimer: Penyebutan sejarah nama tahun dan lainnya bisa berbeda versi dengan lainnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.