Mahasiswa Tingkat Akhir Rentan Burnout, Penelitian Wisudawan Terbaik UB Ungkap Pemicu Utamanya

AKURAT JAKARTA - Mengejar kelulusan tepat waktu, menyelesaikan skripsi, dan memenuhi harapan orang lain bisa menjadi tekanan tersendiri bagi mahasiswa tingkat akhir.
Dalam kondisi tersebut, keinginan untuk selalu menghasilkan sesuatu yang sempurna justru dapat menambah beban akademik.
Fenomena ini menjadi perhatian Rachel Nasha Aziza, Wisudawan Terbaik Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB).
Lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,95, Rachel mengangkat hubungan antara perfeksionisme dan academic burnout dalam penelitiannya.
Skripsi berjudul “Hubungan antara Perfeksionisme dan Academic Burnout pada Mahasiswa Tingkat Akhir” tersebut berangkat dari fenomena yang ia temukan di lingkungan sekitarnya.
Ia melihat mahasiswa menghadapi berbagai tuntutan secara bersamaan, mulai dari urusan akademik hingga persiapan memasuki dunia setelah kuliah.
Ekspektasi Orang Lain Jadi Faktor yang Perlu Diperhatikan
Rachel menemukan bahwa perfeksionisme memiliki hubungan dengan burnout akademik pada mahasiswa tingkat akhir.
Dari tiga dimensi perfeksionisme yang diteliti, standar tinggi yang dirasakan berasal dari ekspektasi orang lain menunjukkan hubungan paling kuat dengan burnout akademik.
"Menurut saya, perfeksionisme tidak sesederhana ingin melakukan sesuatu dengan baik," jelas Rachel.
Perfeksionisme bukan hanya tentang keinginan memperoleh nilai bagus atau menyelesaikan tugas dengan hasil maksimal.
Tekanan juga dapat muncul ketika seseorang merasa harus memenuhi standar tertentu yang diyakini diharapkan oleh orang lain.
Dalam kehidupan mahasiswa, tekanan tersebut bisa berkaitan dengan harapan keluarga, tuntutan lingkungan, atau anggapan bahwa keberhasilan harus dicapai dalam waktu tertentu.
Ketika standar itu terus membebani pikiran, proses menyelesaikan kuliah dapat terasa semakin berat.
Mahasiswa bukan hanya berhadapan dengan tugas akademik, tetapi juga perasaan bahwa hasil yang dicapai harus selalu memenuhi harapan pihak lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





