Siswa SMK yang Mau Kerja ke Jepang atau Jerman Diminta Bersiap Sejak Kelas X

AKURAT JAKARTA - Peluang siswa dan lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri semakin terbuka pada 2026.
Namun, kesempatan tersebut bukan hanya tentang seberapa cepat peserta bisa diberangkatkan ke negara tujuan.
Pemerintah mulai mendorong persiapan yang lebih panjang, bahkan sejak siswa masih berada di bangku sekolah.
Keterampilan, bahasa asing, sertifikasi, kesehatan, hingga pemahaman tentang perlindungan pekerja menjadi bagian dari bekal yang harus disiapkan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan 2.000 siswa SMK dapat mengikuti program magang dan bekerja di luar negeri pada 2026.
Negara tujuannya antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, serta sejumlah negara di Eropa Timur dan Timur Tengah.
Program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas peluang lulusan SMK agar tidak hanya bergantung pada pasar kerja dalam negeri.
Target negara harus ditentukan sejak sekolah
Salah satu hal yang menarik dari program ini adalah siswa didorong menentukan tujuan karier lebih awal.
Siswa yang ingin bekerja di Jepang, misalnya, perlu mulai mempersiapkan kemampuan bahasa Jepang.
Baca Juga: PPG Calon Guru 2026 Gelombang 2 Diundur ke Desember, Peserta Punya Waktu Persiapan Lebih Panjang
Begitu pula siswa yang membidik Jerman harus mempertimbangkan kebutuhan bahasa dan kompetensi yang sesuai dengan industri negara tersebut.
Karena itu, pemilihan negara tujuan tidak seharusnya hanya berdasarkan informasi mengenai besarnya gaji.
Kompetensi yang dimiliki siswa harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di negara tujuan.
Sertifikasi dan kemampuan bahasa juga bisa menjadi penentu apakah seseorang benar-benar siap bersaing.
Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan mengatakan sekolah justru memiliki peran penting dalam menyiapkan peserta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





