Jakarta

BBM Langka Sampai Ganggu Sekolah di Makassar, Mendagri: Selesaikan BBM-nya dulu

Anggerhana Denni Rahmawati | 14 September 2026, 16:45 WIB
BBM Langka Sampai Ganggu Sekolah di Makassar, Mendagri: Selesaikan BBM-nya dulu
Ilustrasi antri di SPBU akibat kelangkaan BBM. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan kini ikut berdampak pada kegiatan belajar di sekolah.

Sejumlah sekolah di Makassar bahkan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena keterbatasan BBM.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Menurut Tito, persoalan pasokan BBM seharusnya menjadi hal yang lebih dulu diselesaikan pemerintah daerah agar kegiatan belajar tatap muka tidak ikut terganggu.

"Kalau memang ada, harusnya sih selesaikan BBM-nya ditambah dulu," kata Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut Tito, PJJ seharusnya menjadi pilihan ketika kondisi benar-benar tidak memungkinkan untuk melakukan pembelajaran secara langsung.

Ia menilai interaksi tatap muka antara guru dan siswa tetap lebih efektif dibandingkan pembelajaran secara daring.

"Bagaimanapun juga menurut saya, apapun juga menurut saya, PJJ itu hanya dilakukan dalam keadaan emergency karena dia akan lebih bagus kalau dilakukan person-to-person contact, ya. Belajar langsung fisik, visual, bertemu fisik itu lebih, interaksinya lebih baik, ya," jelasnya.

Tito kemudian membandingkan kondisi Makassar dengan penerapan PJJ di sejumlah wilayah Jabodetabek, Lampung, dan Banten ketika terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa hari sebelumnya.

Dalam situasi tersebut, PJJ diberlakukan karena abu vulkanik dapat membahayakan kesehatan siswa dan guru.

Baca Juga: Die On This Hill Tembus 300 Juta Streaming, Sienna Spiro Siap Gelar Konser di Jakarat 2027 Nanti

Paparan abu dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan serta mengganggu kesehatan mata jika masyarakat tetap beraktivitas di luar ruangan.

"Jadi kalau PJJ itu diperbolehkan dalam keadaan emergency. Seperti misalnya erupsi Gunung Krakatau kemarin. Kita memang perbolehkan beberapa tempat yang itu abunya banyak, kalau masyarakat, anak-anak keluar akan kena ISPA dan lain-lain, berbahaya bagi mata, maka boleh melakukan pelajaran jarak jauh, online," tutur Tito.

Selain erupsi, kondisi seperti kebakaran hutan dan lahan juga dinilai dapat menjadi alasan penerapan PJJ apabila kualitas udara, jarak pandang, atau keselamatan masyarakat terganggu.

"Parameternya adalah kesehatan dan keamanan beraktivitas. Kalau aman, ya fisik. Kalau nggak aman, penyakit, kesehatan, dan karena itu aktivitasnya nanti akan apa, eh di jalan gelap, jarak pandang sulit misalnya ya, boleh lakukan belajar jarak jauh," jelasnya.

Karena itu, Tito melihat persoalan di Sulawesi Selatan memiliki konteks berbeda.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.