BMKG, IQAir, atau Google Maps? Jangan Kaget Kalau Angka Kualitas Udaranya Tak Sama

AKURAT JAKARTA - Ketika ingin mengetahui apakah udara di luar rumah sedang baik atau tidak, kamu mungkin akan membuka BMKG, IQAir, atau Google Maps.
Namun, jangan heran jika tiga layanan tersebut menampilkan angka kualitas udara yang berbeda meskipun lokasi yang diperiksa sama.
Perbedaan tersebut bukan otomatis berarti salah satu layanan memberikan informasi yang keliru.
Ada sejumlah faktor yang membuat data kualitas udara bisa berbeda, mulai dari sumber data, metode pengukuran, waktu pembaruan, hingga sistem indeks yang digunakan.
Salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah particulate matter atau PM2.5.
Partikel ini memiliki ukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer (µm) dan menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas udara.
BMKG menampilkan konsentrasi PM2.5 dalam satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Pengukurannya dilakukan menggunakan metode beta attenuation monitoring (BAM).
Dalam pemantauan BMKG, konsentrasi PM2.5 dibagi menjadi lima kategori.
Konsentrasi 0–15,5 µg/m³ masuk kategori baik, 15,6–55,4 µg/m³ sedang, 55,5–150,4 µg/m³ tidak sehat, 150,5–250,4 µg/m³ sangat tidak sehat, sedangkan lebih dari 250,5 µg/m³ masuk kategori berbahaya.
Baca Juga: Ketika Like dan Penonton Jadi “Hadiah”, Kasus Ganfan Yingying di China Ungkap Sisi Gelap Mukbang
Sementara itu, IQAir menampilkan informasi kualitas udara melalui AQI serta data PM2.5.
Pengguna dapat mencari wilayah tertentu, melihat kualitas udara di sekitar, peta kualitas udara langsung, hingga data historis.
Google Maps juga menyediakan fitur kualitas udara melalui menu lapisan atau layers.
Informasi yang ditampilkan dapat berasal dari stasiun pemantauan maupun model kualitas udara yang menggabungkan berbagai sumber data, tergantung wilayahnya.
Di sinilah pengguna perlu berhati-hati ketika membandingkan hasil dari ketiga layanan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

