Bukan Cuma Sekolah, Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bikin 9 Kampus Alihkan Kuliah Jadi Daring

AKURAT JAKARTA - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai mengubah aktivitas perkuliahan di sejumlah perguruan tinggi.
Mahasiswa di beberapa kampus kini harus mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar aktivitas akademik tetap berjalan tanpa meningkatkan risiko paparan abu vulkanik.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebelumnya mengeluarkan imbauan melalui Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Nomor 806/DST/B.B2/DT.00.01/2026.
Perguruan tinggi di wilayah terdampak, terutama DKI Jakarta, Banten, dan Lampung, diminta menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi lingkungan.
PJJ menjadi salah satu pilihan yang dapat diterapkan kampus dengan mengalihkan perkuliahan tatap muka ke sistem daring.
Dengan kebijakan tersebut, mahasiswa dapat mengikuti pembelajaran dari rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Namun, penerapannya tidak seragam.
Masing-masing perguruan tinggi memiliki kebijakan berbeda, mulai dari pembatasan perkuliahan luring hingga penyesuaian praktikum.
Di Institut Teknologi Sumatera (Itera), misalnya, PJJ diberlakukan sejak 7 September 2026 hingga kondisi Gunung Anak Krakatau membaik.
Tidak hanya mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan juga dapat bekerja dari rumah.
Baca Juga: Abu Vulkanik Terlihat Tipis, Tapi Dampaknya Bisa Bikin Mesin Pesawat Sampai Kehilangan Tenaga
Sementara itu, Universitas Lampung (Unila) menerapkan PJJ bagi mahasiswa hingga 8 September 2026.
Pimpinan kampus tetap diminta hadir untuk memastikan layanan dan kegiatan pembelajaran berjalan, sedangkan tenaga kependidikan masuk secara bergiliran.
Kebijakan serupa diterapkan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) pada 8-9 September 2026.
Bahkan kegiatan praktikum diarahkan untuk dilakukan secara daring.
Jika tidak memungkinkan, praktikum dapat diganti pada waktu lain selama semester ganjil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






