Jakarta

Dikepung Debu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Jakarta Tetap Borong Masker di Pasar Asemka, Meski Harga Naik 2 Kali Lipat

Laode Akbar | 8 September 2026, 15:42 WIB
Dikepung Debu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Jakarta Tetap Borong Masker di Pasar Asemka, Meski Harga Naik 2 Kali Lipat
Pembeli ramai membeli masker imbas abu vulkanik Anak Krakatau di Pasar Asemka, Jakarta Barat. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Harga masker di Pasar Asemka, Jakarta Barat, mengalami kenaikan hingga lebih dari dua kali lipat di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat sebaran debu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Meski harus merogoh kocek lebih dalam, sejumlah warga tetap membeli masker untuk melindungi diri dan anggota keluarganya dari paparan debu.

Salah seorang warga, Putra, mengaku sengaja mampir ke Pasar Asemka saat melintas di kawasan tersebut, Senin (7/9/2026).

Baca Juga: Prediksi Skor LOSC Lille vs Real Betis di UCL, 9 September 2026: Duel Pembuka Dua Tim yang Sedang Percaya Diri

Warga Jagakarsa yang bekerja di kawasan Kota Tua itu mengatakan masker yang dibelinya diperuntukkan bagi dirinya, istri, dan anaknya.

"Karena memang diimbau pakai masker, karena memang cukup berasa debunya," kata Putra.

Menurut Putra, kondisi debu yang dirasakannya pada Senin tidak separah sehari sebelumnya. Ia bahkan sempat panik ketika debu terasa cukup parah pada Minggu pagi.

"Tapi hari ini udah enggak separah kemarin. Kemarin pagi agak parah, jadi agak panik juga," ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Inter Milan di UCL, 9 September 2026: Mampukah Mourinho Membawa Los Blancos Bangkit?

Sementara itu, pembeli lainnya, Suminar, mengaku tetap menggunakan masker saat bepergian menggunakan sepeda motor.

Namun, ia mengatakan kebiasaan tersebut bukan semata-mata karena adanya abu vulkanik.

"Debu. Iya. Bukan karena ada vulkanik atau karena ini, enggak. Emang biasa sih kalau tiap keluar iya pakai masker," kata Suminar.

Suminar mengungkapkan harga masker medis di Pasar Asemka kini mengalami kenaikan signifikan. Masker yang sebelumnya biasa dibelinya sekitar Rp15.000 per kemasan kini dijual hingga Rp30.000-Rp35.000.

"Biasanya murah. Kalau yang dulu-dulu saya belinya yang pack-an, yang medis gini Rp15.000. Sekarang tadi Rp35.000, ada yang Rp30.000," ujarnya.

Ia juga menemukan masker yang dijual secara satuan dengan harga mencapai Rp10.000.

Menurut Suminar, kenaikan harga tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya permintaan masker di tengah kondisi udara yang berdebu.

"Karena adanya ini ya, jadi penjualan masker meningkat lagi," katanya.

Baca Juga: Lanjutkan Program Zaki Iskandar, Bupati Maesyal Rasyid Targetkan 1.100 Aspontren dan Sanitren Tuntas dalam 3 Tahun

Suaminya, Surya Darma, menduga kondisi tersebut dimanfaatkan sebagian pedagang untuk menaikkan harga.

"Kebetulan dimanfaatin sekalian mungkin oleh pedagangnya," ujar Surya.

Meski harga mengalami kenaikan, Surya mengatakan masyarakat tetap membutuhkan masker untuk melindungi diri dari paparan debu vulkanik.

"Ya mau enggak mau, karena memang sedang ada debu vulkanik," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.