Dikepung Debu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Jakarta Tetap Borong Masker di Pasar Asemka, Meski Harga Naik 2 Kali Lipat

AKURAT JAKARTA – Harga masker di Pasar Asemka, Jakarta Barat, mengalami kenaikan hingga lebih dari dua kali lipat di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat sebaran debu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski harus merogoh kocek lebih dalam, sejumlah warga tetap membeli masker untuk melindungi diri dan anggota keluarganya dari paparan debu.
Salah seorang warga, Putra, mengaku sengaja mampir ke Pasar Asemka saat melintas di kawasan tersebut, Senin (7/9/2026).
Warga Jagakarsa yang bekerja di kawasan Kota Tua itu mengatakan masker yang dibelinya diperuntukkan bagi dirinya, istri, dan anaknya.
"Karena memang diimbau pakai masker, karena memang cukup berasa debunya," kata Putra.
Menurut Putra, kondisi debu yang dirasakannya pada Senin tidak separah sehari sebelumnya. Ia bahkan sempat panik ketika debu terasa cukup parah pada Minggu pagi.
"Tapi hari ini udah enggak separah kemarin. Kemarin pagi agak parah, jadi agak panik juga," ujarnya.
Sementara itu, pembeli lainnya, Suminar, mengaku tetap menggunakan masker saat bepergian menggunakan sepeda motor.
Namun, ia mengatakan kebiasaan tersebut bukan semata-mata karena adanya abu vulkanik.
"Debu. Iya. Bukan karena ada vulkanik atau karena ini, enggak. Emang biasa sih kalau tiap keluar iya pakai masker," kata Suminar.
Suminar mengungkapkan harga masker medis di Pasar Asemka kini mengalami kenaikan signifikan. Masker yang sebelumnya biasa dibelinya sekitar Rp15.000 per kemasan kini dijual hingga Rp30.000-Rp35.000.
"Biasanya murah. Kalau yang dulu-dulu saya belinya yang pack-an, yang medis gini Rp15.000. Sekarang tadi Rp35.000, ada yang Rp30.000," ujarnya.
Ia juga menemukan masker yang dijual secara satuan dengan harga mencapai Rp10.000.
Menurut Suminar, kenaikan harga tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya permintaan masker di tengah kondisi udara yang berdebu.
"Karena adanya ini ya, jadi penjualan masker meningkat lagi," katanya.
Suaminya, Surya Darma, menduga kondisi tersebut dimanfaatkan sebagian pedagang untuk menaikkan harga.
"Kebetulan dimanfaatin sekalian mungkin oleh pedagangnya," ujar Surya.
Meski harga mengalami kenaikan, Surya mengatakan masyarakat tetap membutuhkan masker untuk melindungi diri dari paparan debu vulkanik.
"Ya mau enggak mau, karena memang sedang ada debu vulkanik," katanya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




